VISI.NEWS | BANDUNG –Bitcoin selama ini dikenal sebagai raja mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Namun, seiring berkembangnya ekosistem blockchain, kini muncul berbagai varian dan turunan Bitcoin yang beroperasi di jaringan berbeda, memiliki nilai pasar beragam, serta menawarkan konsep unik masing-masing. Fenomena ini menciptakan sebuah “keluarga” Bitcoin yang menarik untuk dikenali.
Di puncak keluarga ini tentu ada Bitcoin (BTC) asli, yang saat ini diperdagangkan di kisaran $118.86 ribu per BTC dengan kapitalisasi pasar mencapai $2.36 triliun. Likuiditasnya tinggi dan volumenya mencapai miliaran dolar per hari. BTC tetap menjadi tolok ukur utama pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.
Selain BTC asli, ada BTC.b yang beroperasi di jaringan Arbitrum. Token ini memiliki harga mendekati BTC utama, namun dengan kapitalisasi pasar jauh lebih kecil, yakni sekitar $1,3 juta. BTC.b digunakan sebagai representasi Bitcoin di ekosistem Layer-2 untuk mempermudah transaksi dan integrasi DeFi.
Di ekosistem Solana, terdapat Bitcoin versi wrapped seperti BTC/SOL dan BTC/USDC yang memungkinkan pengguna memanfaatkan likuiditas Bitcoin tanpa meninggalkan jaringan Solana. Harganya relatif mengikuti BTC asli, tetapi pasarnya lebih kecil dan lebih volatil.
Menariknya, “keluarga” ini juga mencakup token dengan nama nyeleneh seperti HarryPotterObamaSonic10Inu atau HarryPotterObamaSonic (Wormhole) yang menggabungkan branding populer dan unsur meme. Walaupun nilainya jauh di bawah BTC asli (sekitar $0,10 per token), kapitalisasi pasar mereka bisa menembus jutaan dolar.
Ada pula Bitcoin versi jaringan alternatif seperti Bitcoin v2 di PulseChain dan Bitcoin di Binance Smart Chain (BSC). Token-token ini biasanya digunakan untuk likuiditas lokal dan staking di jaringan masing-masing, dengan harga dan kapitalisasi pasar yang sangat bervariasi.
Di Osmosis, platform DeFi lintas rantai berbasis Cosmos, Bitcoin juga hadir dalam berbagai pasangan seperti BTC/USDC dan BTC/OSMO. Harganya tetap sinkron dengan BTC asli, namun menyediakan peluang yield farming dan staking dengan APY tinggi. Ada pula aset turunan seperti bitcoin huruf kecil yang diperdagangkan di jaringan Base dan BSC. Harganya jauh di bawah BTC asli, bahkan hanya beberapa sen, namun token ini terkadang digunakan untuk eksperimen proyek baru atau sekadar koleksi spekulatif.
Bagi investor, penting memahami bahwa meski sama-sama bernama “Bitcoin”, setiap versi memiliki risiko, utilitas, dan ekosistem berbeda. BTC asli adalah aset lindung nilai utama, sementara versi wrapped, fork, atau meme lebih bersifat spekulatif dan cenderung berisiko tinggi.
Dengan maraknya inovasi dan kreativitas di dunia kripto, “keluarga” Bitcoin kemungkinan akan terus bertambah. Investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum membeli, memastikan asal-usul token, jaringan yang digunakan, serta tujuan investasinya agar tidak terjebak pada aset berisiko tinggi tanpa pemahaman yang matang.
@uli












