Menikmati Masakan BaliBali Restaurant Milik Esti Wanita Asal Tasik di Pecinan London

Editor BaliBali Restaurant di 150 Shaftesbury Ave, Kawasan Pecinan London. /visi.news/mohammad hasyim
Silahkan bagikan
  • London, ibu kota yang bersejarah dan megakota yang dinamis, merupakan pusat keuangan, budaya, dan politik Inggris serta Britania Raya. Berlokasi di sepanjang Sungai Thames, kota ini telah menjadi permukiman utama selama dua milenium, didirikan oleh Romawi dengan nama Londinium. Pada 7-13 Mei 2024, wartawan VISI.NEWS Mohammad Hasyim melakukan kunjungan ke Kota London, dan berikut ini bagian akhir dari empat serial tulisan yang dibuat. Semoga bermanfaat.

BAGI penduduk Muslim Indonesia, kebutuhan makan tentu saja bukan hanya halal tetapi juga harus bercita rasa Nusantara. Dan itu dijawab oleh para perantau asal Indonesia yang mengadu nasib di London. Mereka sadar bahwa kerinduan makanan khas Nusantara tidak akan pudar bagi warga Indonesia yang sedang berada di Inggris, sehingga mereka pun membuka warung bercita rasa Nusantara.

BaliBali Restaurant di 150 Shaftesbury Ave London. /visi.news/mohammad hasyim

Adalah Esti pemilik restaurant Bali-Bali di kawasan Pecinan London yang berani membuka rumah makan khas Indonesia bersertifikasi halal. Dia menyediakan nasi goreng, soto, karedok, bakso, tempe, dan makanan khas Indonesia lainnya. “Pokoknya dijamin halal pak karena produknya kami olah sendiri,” ujar perempuan asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini.

Makanan di Bali-Bali Restaurant milik Esti wanita asal Tasikmalaya di Kawasan Pecinan London, Inggris, Senin (13/5/2024). /visi.news/mohammad hasyim

Setiap hari dia membuka rumah makannya dari pukul 10 hingga 22 waktu London. Tamunya tidak hanya warga Indonesia, Malaysia, atau Asia, melainkan juga bule-bule dari berbagai negara Eropa. Mereka biasanya rindu dengan makanan Indonesia, tetapi ada juga yang karena penasaran sehingga ingin mencicipi olahan makanan di Bali-bali ini.

Saat mencicipi makanan khas Indonesia seperti bakso, soto, dan sejenisnya, bisa dikatakan rasanya otentik dengan makanan serupa di Indonesia. Itu karena chef atau juru masak di rumah makan ini orang Indonesia. Jadi mereka bisa menjaga cita rasa Indonesia sebagaimana makanan yang biasa dijajakan di Indonesia.

Baca Juga :  Covid-19 Kembali Melonjak, Cina Tingkatkan ICU

Mencicipi makanan-makanan di Bali-bali Restaurant akan mampu mengobati kerinduan terhadap makanan di Indonesia. Apalagi selama berada di London, hotel-hotel biasanya tidak menyediakan nasi, yang menjadi menu utama makanan orang Indonesia. Mereka hanya menyajikan kentang, sosis atau daging yang kadang kehalalannya dipertanyakan—bahkan sebagian langsung menuliskan pork atau babi.

Ragam jenis olahan masakan Esti, di BaliBali Restaurant miliknya di Kawasan Pecinan London, Inggris. /visi.news/mohammad hasyim

Itulah kenapa Bali-bali Restaurant menjadi tempat warga Indonesia khususnya yang mencari makanan bercitarasa Nusantara dan halal. Tempatnya memang tidak terlalu luas, tetapi cukup memadai untuk menampung sekitar 50 orang. Dan yang menyenangkan tentu saja kalau makan di restaurant Indonesia adalah kemudahan untuk berkomunikasi, mengobrol sampai meminta menu andalan.

Selain Bali-bali Restaurant, ada juga Pino’s Warung di Camden Market London. Pemiliknya adalah Albert Sinaga. Dia juga sama menjajakan makanan Indonesia seperti nasi Padang, soto dan gorengan. Warung makan ini juga sama menjanjikan citarasa Indonesia dan tentu saja halal.

Mencicipi nasi Padang di Pino’s Warung sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan mencicipi nasi Padang di warung-warung Padang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kuahnya melimpah, sambalnya pedas, dan rendangnya pun lekat dengan rempah. Per porsi diharagai £12 atau setara dengan Rp243ribu. Memang mahal kalau dibandingkan dengan rumah makan Padang di Indonesia, tapi worth it lah kalau untuk standar makanan di London.

Nah yang agak sulit makan di tempat makan di London ini adalah tempat parkir. Berbeda dengan di Indonesia di mana rumah makan menyediakan tempat parkir yang luas dan nyaman, kalau di London karena keterbatasan tempat maka tidak ada tempat parkir atau kalaupun harus parkir jauh sekali tempatnya.

Baca Juga :  Gelar Konsultasi Publik, KKP Atur Strategi Pemanfaatan Kakap dan Kerapu di WPPNRI 713

Di Bali-bali Restaurant, yang letaknya persis di 150 Shaftesbury Ave London, tidak ada tempat parkir. Kalau bawa mobil berarti Anda harus di drop off di pinggir jalan depan restaurant dan mobil mencari parkir di tempat yang luas. Tapi kalau Anda tidak punya sopir sendiri berarti Anda parkir di tempat luas dan berjalan kaki ke Bali-bali.

Begitu juga kalau Anda makan di Pino’s Warung, Anda harus parkir di pinggir pasar Camden, kemudian berjalan kaki menyusuri hiruk-pikuk pasar sampai Anda menemukan Pino’s Warung di salah satu kios. Tapi insya Allah perjuangan mencari tempat makan yang halal dan bercitarasa Nusantara akan terbayar saat Anda saat mencicipi makanan di Pino’s Warung. Sekian! (habis).

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penanganan Stunting di Kab. Bandung, Kapolda Apresiasi Bupati dan Para Kades

Sen Mei 13 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | CIPARAY – Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus melaksanakan kegiatan bakti sosial percepatan penurunan stunting di wilayah hukum Polresta Bandung Polda Jabar. Kegiatan bakti sosial itu dilaksanakan di Lapangan Barujati Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Senin (13/5/2024). Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa […]