Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki Resmikan Pelatihan Kapasitas SDM bagi KUMKM di Kota Tasikmalaya

Peserta pelatihan terpadu peningkatan SDM Koperasi dan UMKM./visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, membuka pelatihan terpadu peningkatan kualitas SDM Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM). Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7).

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, Wali Kota Tasikmalaya, Drs H. Budi Budiman, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman, Deputi SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB – KUMKM), Supomo.

Adapun paket pelatihan yang terdiri dari sembilan jenis, diikuti 340 pelaku KUMKM di wilayah Tasikmalaya. Pelatihan tersebut sebagai upaya pendampingan dan penguatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya yang terdampak wabah Covid-19.

Pasalnya wabah tersebut membuat sebagain besar pelaku UMKM termasuk koperasi mengalami masalah pada usaha yang dijalankannya lantaran permintaan atas produk-produknya anjlok.

“Tak sedikit pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan modal kerjanya untuk “menyambung nafas” agar bisnisnya tetap jalan,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Dijelaskannya, hal ini sangat berisiko besar karena modal kerjanya dapat tergerus untuk kebutuhan konsumsi sehingga sangat mengancam keberlangsungan bisnisnya.

Menurutnya, untuk membantu UMKM, pemerintah telah mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk sektor UMKM dan Koperasi dengan nilai mencapai Rp123,46 triliun.

“Selain dukungan fiskal pemerintah juga tetap memberikan dukungan, berupa pelatihan peningkatan SDM dan juga pelatihan peningkatan kualitas produk UMKM, agar bisa lebih berdaya saing serta berbagai dukungan lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pelatihan akan selalu kita evaluasi mulai dari metode pelatihannya dan sebagainya.

“Mudah-mudahan paket pelatihan ini bisa menggerakkan ekonomi UMKM di wilayah Tasikmalaya,” tutur Teten di sela membuka paket pelatihan bagi pelaku koperasi dan UMKM.

Dijelaskannya, pihaknya tidak akan berhenti sampai ke pelatihan saja, tapi kalau ada UMKM yang mau ekspor pihaknya juga akan urus. Bangun trading house di Smesco Indonesia agar UMKM bisa terhubung ke market global.

Teten menyatakan, anggaran PEN untuk sektor koperasi dan UMKM tersebut perlu dilakukan percepatan dalam penyalurannya. Dengan memanfaatkan dana PEN dipastikan beban koperasi dan UMKM akan berkurang.

Dia berharap, pelaku UMKM di wilayah Tasikmalaya dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah tersebut agar beban usaha bisa lebih ringan sehingga mereka bisa lebih fokus untuk memulihkan usahanya.

“Sejak pandemi banyak koperasi UMKM turun usahanya sehingga tidak mampu bayar cicilan ke bank atau BPR. Nah sekarang pemerintah bantu restrukturisasi cicilan selama 6 bulan, pajak juga kita subsidi, kalau ada keperluan untuk modal kerja baru juga ada dana tersedia jadi silahkan ajukan saja,” sambung Teten.

Selain fokus pada dukungan fiskal dan pelatihan peningkatan SDM bagi koperasi dan UMKM, pemerintah juga fokus melakukan bisnis matching dengan kelompok usaha yang lebih besar terutama dengan BUMN.

Dengan pangsa pasar yang terbuka lebar, maka secara otomatis akan menggerakkan roda perekonomian UMKM. Bahkan pemerintah menyatakan komitmennya untuk mengutamakan belanja barang dan jasa di UMKM terlebih dahulu.

“Selain pembiayaan ada solusi lain dari sisi demand, sebab kalau pembiayaan digelontorkan tapi demand turun akan jadi kredit macet. Kita lihat di belanja pemerintah ada Rp 315 triliun yang bisa dialokasikan untuk belanja produk UMKM. Makanya kita kerjasma dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) untuk buat e-katalog bagi UMKM,” jelasnya.

Teten berharap, UMKM di Tasikmalaya dapat lebih inovatif dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada. Kemudian juga diharapkan mereka bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memasarkan produknya secara online.

Dijelaskan, Kemenkop UKM akan memberikan bantuan pendampingan kepada UMKM agar bisa terhubung dengan marketplace. Cara jualan secara digital ini dinilai lebih efektif dan juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

“Meskipun UMKM terdampak kami mencatat masih ada yang bisa bertahan dan tumbuh, itu karena mereka terhubung ke ekosistem digital dan udah jualan di market place online. UMKM yang bertahan di era pandemi adalah yang melakukan adaptasi bisnisnya,” pungkas Teten.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan apresiasi atas upaya pemerintah khususnya Kemenkop UKM yang konsisten melakukan pendampingan pelaku usaha UMKM.

Bahkan, kata Wakil Gubernur dalam sambutannya, saat ini kalangan santri di pondok pesantren juga sudah mulai digandeng dan dikenalkan dengan bisnis. Pasalnya selama ini kalangan santri selalu dipinggirkan dan tidak pernah tersentuh program-program yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur berharap, dengan pelibatan kalangan santri dan pondok pesantren di berbagai wilayah khususnya di Tasikmalaya dapat mendorong perkembangan ekonomi syariah.

Diakuinya bahwa, tingkat inklusi ekonomi Indonesia syariah saat ini masih cukup rendah. Dalam membangun ekonomi umat memang sudah seharusnya semua pihak dilibatkan termasuk kalangan santri.

“Sekarang dunia pesantren dikit – dikit sudah mulai ditoel dalam bidang muamalah. Hari ini santri juga diajak dan diajarkan untuk bicara tentang ekonomi. Di sini ada pelatihan koperasi syariah jadi ini sangat strategis untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap wakil Gubernur.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H Budi Budiman menyambut baik komitmen Kemenkop UKM dalam membina dan mendampingi pelaku UMKM di wilayahnya.

Melalui berbagai macam pelatihan dan penguatan SDM, Kata Walikota dalam sambutannya, dianggap sebagai cara yang strategis untuk bisa mendorong daya saing pelaku usaha.

Dalam sambutan itu dikatakan, pemerintah daerah memastikan akan turut serta melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat covid-19.

“Pelatihan dan pembinaan manajerial ini dibutuhkan supaya UMKM punya casing yang kuat yang akhirnya bisa memajukan usahanya dan ekonomi di wilayah sehingga bisa memberikan andil bagi ekonomi nasional,” ungkapnya.@akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rudy Gunawan, "Jabatan Kadispora Garut Segera Diganti"

Jum Jul 10 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Bupati Garut, Rudy Gunawan angkat bicara terkait penahanan yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jawa Barat, terhadap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kus, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul. Rudy berjanji untuk segera menggantikan posisi Kus […]