Meski Diundur, Perebutan Kursi Ketua Golkar Kab. Bandung Makin Menarik

Editor :
Ilustrasi./net

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung makin menarik setelah pasangan calon (Paslon) Bupati Bandung yang diusung partai berlambang beringin rindang ini kalah telak pada Pilkada lalu. Nama Anang Susanto, Dadang M. Naser dan bahkan kader Golkar Kab. Bandung yang sukses diusung partai lain pada Pilkada lalu Dadang Supriatna disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua DPD.

“Semuanya mempunyai kesempatan yang sama. Baik Pak Dadang Naser, Pak Anang, maupun Pak Dadang Supriatna, sekalipun pada Pilkada lalu diusung oleh parpol lain, karena belum diberhentikan keanggotaan Golkarnya,” ungkap Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman kepada VISI.NEWS, Rabu (6/1/2021).

Bahkan, kata Asup, panggilan akrab pria tersebut, selain nama-nama tersebut masih ada nama lainnya yang muncul sebagai figur yang pantas memimpin Partai Golkar Kab. Bandung ke depan.”Ya ada nama Pak Deding Ishak, Pak Asep Ikhsan, dan termasuk nama saya juga ada yang mengusulkan,” ungkap pria yang matang di berbagai organisasi ini.

Meski demikian, Asep sendiri mengakui, kalau Bupati Bandung terpilih Kang DS kalau mencalonkan akan merubah konstalasi yang sudah mengerucut ke Dadang M. Naser dan Anang Susanto. “Kalau Pak DS ikut di bursa pencalonan otomatis akan merubah konstalasi yang ada sekarang, karena pasti siapapun berfikir dengan figur bupati sebagai Ketua DPD Golkar disamping akan menyatukan semua kader juga posisi Golkar tetap strategis dalam lima tahun ke depan,” tandasnya.

Baca juga

Jika Mencalonkan, Kang DS Paling Berpeluang Jadi Ketua DPD Golkar Kab. Bandung

Hal yang sama juga sebelumnya diungkapkan  pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Ujang Komarudin. Menurutnya,  Kang DS yang baru memenangkan kontestasi Bupati Bandung tersebut kalau mencalonkan sangat berpeluang menang. “Bagi Kang DS sendiri rumah politik yang menjadi passion-nya ya Golkar. Namun masalahnya, apakah Kang DS masih berminat untuk kembali ke partai yang membesarkan namanya itu atau nyaman di partainya yang baru?,” ungkap Ujang. Karena Kang DS, katanya lebih lanjut, dalam Pilkada lalu direkomendasi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengungkapkan, untuk politik jangka panjang kalau Kang DS bisa kembali ke Golkar akan lebih mengokohkannya untuk masa depan karier politiknya karena akses ke jaringan suprastruktur maupun infrastruktur partai ia miliki. “Akses Kang DS ke elit partai di provinsi maupun di pusat sangat bagus. Apalagi ke bawah, saya yakin kemenangan Kang DS kontribusi yang sangat signifikan juga datang dari para loyalis Golkar yang ada di bawah,” tandasnya.

Ia meyakini, masa depan Partai Golkar Kabupaten Bandung kalau bisa dipimpin Dadang Supriatna akan melesat seperti Kabupaten Indramayu waktu dipimpin Irianto MS Syafiuddin. “Karena Kang DS ini sama jiwanya seperti Pak Yance, kalau punya keinginan bisa ngotot dan berani mengorbankan banyak hal untuk mencapai keinginannya itu,” imbuhnya.

Ada etika, Ada Pertemanan

Sementara itu, Anggota DPR RI yang menjadi salah satu kandidat kuat Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bandung Ir. H. Anang Susanto, M.Si., mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung itu kecil, sehingga antara pimpinan parpol ada pertemanan, ada persahabatan dan ada etika.

“Tidak semudah itu, DS membeli ‘kendaraan’ kemudian dilepas. Menurut pendapat saya tidak semudah itu, apalagi Kabupaten Bandung ini kecil, parta-partai di sana ada persahabatan, ada etikalah, ada pertemanan. Secara etika begitu, tapi kan memang tidak ada yang tidak mungkin, Tuhan kok yang menetukan.” ungkapnya.

Anang yakin Kang DS tidak mungkin ke Golkar, setelah didorong oleh rekan-rekannya di PKB. “Otomatis atuh tidak akan seperti itu. Mungkin saja kembali, tapi kan secara nurani, secara fakta, DS itu kan diusung oleh partai-partai lain dan alhamdulillah jadi. Nanti waktu yang menentukan. Saya sebagai rekan di Golkar berharap Golkar itu utuh yah,” tandasnya.

Menyinggung pengunduran waktu pelaksanaan Musda, Anang mengatakan, pengunduran tersebut memang dilakukan oleh pusat bukan DPD Kab. Bandung atau Jawa Barat. “Pengunduran pelaksanaan Musda itu dari pusat dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu dan tidak menjurus kepada Kabupaten Bandung. Kan semuanya juga diundur.  Ada beberapa kabupaten yang belum selesai proses Pilkadanya diundur juga, terutama Provinsi Jawa Barat karena salah satu kadernya dilantik,” ujarnya.

“Kalau yang kemarin diundur itu karena kan libur nasional, ada pengunduran. Masalah pengundurannya sampai kapan, sampai batas waktu yang belum ditentukan, kan itu biasa bahasa pengunduran kan seperti itu. Bisa besok, bisa lusa dan bisa saja untuk waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Menyangkut dukungan dari PK-PK, Anang sendiri menanggapinya dengan santai. “Saya mah tidak usil. Yang menyebut saya punya satu sauara, dua suara, tidak masalah biarin saja mereka berangan-angan yang tahu kan PK-PK. Kan bagus mereka menghitung PK saya cuma sembilan, cuma enam, saya sendiri tidak tahu berapa PK saya. Tapi, pada akhirnya PK saya ada 25,” ujar Anang berlalu sambil tersenyum.

Informasi yang di dapat VISI.NEWS di lapangan, belum lama ini sebanyak 21 PK Golkar di Kabupaten Bandung mepertegas dukungannya untuk Dadang M. Naser, sementara hampir sama jumlahnya Ketua PK Golkar yang pernah “dipecat” sudah menyatakan dukungannya untuk Dadang Supriatna. Sedangkan Anang Susanto sendiri diwacanakan paling banyak didukung 9 PK. Konstalasi kekuatan dukungan tersebut setidaknya disampaikan oleh salah seorang Ketua PK Partai Golkar yang meminta tidak disebutkan namanya sepulangnya mengikuti pertemuan di Pangandaran, akhir pekan kemarin.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pencegahan Covid-19, Personel Polresta Bandung Blusukan Ke Pasar Soreang

Rab Jan 6 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Polresta Bandung tak kenal lelah dalam melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19, salah satunya dengan pembagian masker dan himbauan Protokol Kesehatan (Prokes) kepada masyarakat di sekitaran Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021) siang. Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.Ik., melalui Kabag Ops Polresta Bandung, Kompol […]