Search
Close this search box.

Momen Menegangkan: Tanah Longsor di Sukabumi Hancurkan Hektaran Lahan

Terjadi Longsor di Kampung Lembur Pasir RT. 12/ 06, Desa Sirnasari, Sukabumi, Minggu (22/12/2024)./visi.news/instagram sukabumiupdate.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Viral di media sosial video memperlihatkan sebuah gunung mengalami longsor, seketika cuaca cerah di siang hari mendadak berubah menjadi momen menegangkan bagi warga Kampung Lembur Pasir, Desa Sirnasari, ketika suara gemuruh tanah longsor menggelegar, diiringi dengan gemeretak pohon-pohon yang patah tertimbun material longsor.

Kejadian tersebut terjadi di Kampung Lembur Pasir RT. 12/ 06, Desa Sirnasari, Minggu (22/12/2024) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar suara panik seorang pria yang diduga perekam video, berulang kali kalimat itu diucapkan menanyakan kondisi orang-orang yang berada di kebun saat longsor terjadi.

“Eta tadi saha nu dikebon? (tadi siapa ya yang dikebun),” ucap perekam video yang menggambarkan suara kekhawatirannya akan keselamatan sesama warga.

Berita dikutip dari Sukabumi Update,

Camat Pabuaran, Ikhsan Mukhlis Sani, membenarkan kejadian ini. Longsor terjadi pada hari ini, Minggu (22/12/2024) sekitar pukul 14.00 WIB, lokasi bukit ada di Kampung Lembur Pasir RT. 12/ 06, Desa Sirnasari. Akibatnya, hektaran lahan sawah dan kebun warga tertimbun material longsor.

“Betul, telah terjadi longsor yang mengakibatkan area pertanian warga terdampak. Alhamdulillah, pemukiman warga tidak terkena,” ujar Ikhsan Mukhlis Sani, di kutip dari akun instagram sukabumiupdate, Senin (23/12/2024).

Kami masih menunggu informasi lebih detail mengenai ketinggian material longsoran, ujar Ikhsan, jarak longsoran dari pemukiman warga diperkirakan sekitar 30 meter.

Kami bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Kecamatan Pabuaran, telah berkoordinasi dengan perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP untuk melakukan pendataan di lokasi kejadian.

“Kami juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, mengingat musim penghujan yang masih berlangsung berpotensi menyebabkan tanah longsor disertai angin kencang,” tambah Ikhsan.

Baca Juga :  Lonjakan Senyap Super Flu di Bandung, Oktober 2025 Jadi Titik Terberat Paparan H3A2

“Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim gabungan terus memantau situasi dan memberikan edukasi kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya

Ikhsan mengungkapkan, dilokasi gunung garu sepengetahuannya tidak aktivitas penambangan atau penggalian yang mungkin bisa memicu longsor. “Cuaca cerah, juga tidak aktivitas tambang di lokasi tersebut,” tandasnya. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :