Search
Close this search box.

Motto BEDAS: Ka Cai Kudu Jadi Saleuwi, Ka Darat Jadi Salogak.

Bupati Bandung Terpilih, Dadang Supriatna (Kang DS), beserta Isteri dan tim pemenangannya di Kafe Kopi Cipelah Rancabali./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS — Dengan mengimplementasikan pilosofi Sunda, “Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak,” maka kebersamaan akan terjalin dengan kuat. Demikian juga dengan rasa kekeluargaan. Karena kemenangan BEDAS merupakan pilihan masyarakat Kabupaten Bandung. Jadi wajar kalau kepentingan masyarakat menjadi prioritas.

Bupati Bandung terpilih, H. M. Dadang Supriatna (Kang DS), menambahkan, dia merasa harus segera merealisasikan segala ucapannya kepada masyarakat. Karena perinsip dia bukan memberikan janji melainkan bukti melalui kinerja.

Untuk menyatakan kebahagiaannya kepada masyarakat Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Paciran), dia sengaja menyelenggarakan acara silaturahmi di Cafe Kopi Koboy Cipelah, guna menghaturkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat atas dukungannya hingga bisa menjadi Bupati terpilih.

“Saat ini kami sedang menyusun program dan perencanaan kerja terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” katanya di lokasi, Minggu (27/12/2020).

Dia juga menyampaikan rasa harunya karena bisa melaksanakan amanah almarhum kakak kandungnya, Lesmana, yang mengharuskan dirinya menjadi Bupati Bandung. Dan atas Ridho Alloh SWT dia berhasil meraih harapan dan cita-citanya itu.

Saat ini dia baru mengunjungi 29 Kecamatan. Sisanya, lanjut dia, akan dilakukan sambil berjalan saja. Mengingat pelantikan dirinya dan Sahrul Gunawan masih lama. Jadi ada waktu untuk menuntaskan kegiatannya berkunjung ke lokasi yang belum didatanginya.

“BEDAS adalah Manunggal, BEDAS adalah pilihan masyarakat, melalui BEDAS kita akan raih perubahan dalam berbagai sektor juga peningkatan ekonomi masyarakar kecil,” ujarnya.

Alasan dia, Kabupaten Bandung itu sangat sarat dengan berbagai potensi yang belum tersentuh. Dia yakin dari potensi tadi bisa dikembangkan secara signifikan demi kepentingan masyarakat banyak.

“Karena Ka Cai Jadi Saleuwi, Ka Darat Jadi Salogak, itu merupakan simbol kebersamaan yang hakiki. Melalui kebersamaan itu kita bangun Kabupaten Bandung,” pungkas dia. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :