Search
Close this search box.

Mulai November 2020 KA Prameks Yogyakarta – Solo Diganti Kereta Commuter Berbasis KRL

Direktur Operasional dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wawan Ariyanto, menjelaskan rencana pengoperasian kereta commuter Yogyakarta - Solo untuk menggantikan KA Prameks/visi.news/tok suwarto

Bagikan :

VISI.NEWS – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter Indonesia (KCI) yang selama ini mengelola operasional kereta commuter berbasis kereta rel listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek, kini mulai mengembangkan sayap merambah wilayah daerah operasi (Daop) lain.

Mulai awal November 2020 mendatang, untuk pertama kali PT KCI akan mengoperasikan kereta commuter relasi Yogyakarta – Solo di wilayah PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk menggantikan kereta api (KA) lokal Prambanan Ekspres (Prameks) yang menggunakan kereta rel disel (KRD).

Direktur Operasional dan Pemasaran PT KCI, Wawan Ariyanto mengungkapkan itu dalam bincang santai dengan wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10) malam.

Dia didampingi Senior Manager Wilayah VI KCI, Dedy Setiawan, menjelaskan rencana pengoperasian kereta commuter di wilayah Daop 5 dan 6 antara Solo – Kutoarjo yang akan diuji coba tanggal 3 – 9 November 2020 sebelum resmi diluncurkan pada Hari Pahlawan 10 November 2020.

“Pada tahap pertama operasional, kereta commuter Yogyakarta – Solo, baru akan melayani jalur Yogyakarta sampai Klaten. Operasional secara penuh jalur Yogyakarta – Solo di wilayah Daop 6, kalau tidak ada perubahan mulai awal tahun 2021. Kemudian operasional commuter akan dikembangkan ke wilayah Daop 5 sampai Stasiun Kutoarjo dan Kroya,” katanya.

Berbeda dengan rangkaian KRL di wilayah Jabodetabek yang menggunakan kereta bekas dari Jepang, rangkaian KRL yang digunakan di wilayah Daop 5 dan 6 merupakan produksi PT INKA Madiun.

Saat ini, menurut Wawan, pemerintah telah menyiapkan 10 rangkaian KRL dengan masing-masing terdiri dari 4 kereta yang seluruhnya telah diuji coba kelayakan kinerjanya di Jabodetabek.

“Jadi peluncuran resmi pada 10 November 2020 baru relasi Yogyakarta – Klaten. Sambil menunggu selesainya pembangunan infrastruktur, kita harapkan awal tahun 2021 sudah bisa beroperasi antara Yogyakarta – Solo,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadwal Sholat Kabupaten Bandung 18 April 2026: Waktu Lengkap & Tips Ibadah

Wawan Ariyanto menambahkan, standar operasional KCI di wilayah Daop 6 sama dengan yang diterapkan di Jabodetabek, di antaranya layanan passenger service, petugas pengawalan kereta atau Patwalka dan petugas pengamanan di stasiun.

Sistem tiketing juga akan diberlakukan sama dengan Jabodetabek, yaitu secara cashless, yaitu menggunakan kartu bank atau kartu yang diterbitkan PT KCI sehingga memudahkan penumpang agar lancar dan tidak terjadi antrean.

“Dalam masa transisi, sebelum infrastruktur siap masih diberlakukan sistem tiket seperti yang berlaku di KA Prameks. Besaran tarifnya nanti akan sama dengan yang berlaku di Jabodetabek.

Persoalan yang kini masih dihadapi PT KCI adalah batas kecepatan kereta yang berbeda antara kereta eksisting Prameks dengan kereta commuter.

Rangkaian kereta commuter, katanya, rata-rata melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Sedangkan KA Prameks hanya melaju maksimal 70 kilometer per jam. PT KCI minta persetujuan PT KAI agar kereta commuter bisa dengan kecepatan 90 kilometer per jam sehingga sesuai dengan fungsinya sebagai kereta commuter bisa berhenti di setiap stasiun tanpa perbedaan waktu tempuh. @tok

Baca Berita Menarik Lainnya :