Search
Close this search box.

Ngaku Aparat dan Punya Jabatan Tinggi, Pria Penganiaya 3 Pegawai SPBU di Cipinang Diburu Polisi

Ilustrasi./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Polisi memburu seorang pria yang mengaku sebagai aparat dan memiliki jabatan penting setelah diduga menganiaya tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Kasus ini tak hanya memicu penyelidikan pidana, tetapi juga pendalaman internal untuk memastikan identitas pelaku yang disebut-sebut membawa nama institusi.

Peristiwa terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di SPBU 3413901 Cipinang. Tiga pegawai menjadi korban, yakni Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Ketiganya mengalami luka akibat dugaan pemukulan yang dilakukan pria tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa jajaran Polres Jakarta Timur bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah mendalami laporan tersebut, termasuk menelusuri klaim pelaku yang mengaku sebagai aparat.

“Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Pendalaman juga melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya untuk memastikan apakah pria tersebut benar anggota atau hanya mencatut identitas aparat demi mengintimidasi korban. Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap membenarkan pihaknya turun tangan.

“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Saat ditanya apakah Propam dilibatkan untuk memastikan status pelaku, Radjo menjawab singkat, “Betul sekali.”

Di lokasi kejadian, kekerasan disebut terjadi secara tiba-tiba. Ahmad Khoirul Anam ditampar di bagian pipi, sementara Lukmanul Hakim dipukul di rahang kanan. Abud Mahmudin mengalami luka paling serius setelah dipukul di bagian bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya patah.

“Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi,” tutur Abud.

Baca Juga :  Izin Dicabut Pemerintah, Ini Pesan Sumail Abdullah untuk PT Papua Lestari Abadi

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula keributan. Saat kejadian, ia hanya berniat melihat situasi setelah mendengar kegaduhan di area depan SPBU.

“Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja,” ujarnya.

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, langsung melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pulogadung. Para korban juga telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum,” kata Ernesta.

Rasa takut masih membayangi para korban. Lukman mengaku sempat tidak masuk kerja sehari setelah kejadian karena khawatir pelaku kembali. Ia juga merasa terintimidasi karena pria tersebut mengaku memiliki jabatan tinggi.

“Takutnya dia datang lagi nyari saya. Dia sempat manggil-manggil nama saya. Kita hanya orang biasa. Takutnya dia balik lagi bawa backing-an. Jadi, masih khawatir,” ucapnya.

Sehari setelah insiden, para pegawai memilih beristirahat di rumah masing-masing. Selain luka fisik, mereka mengaku masih mengalami syok. Lukman mengatakan dirinya menjalani visum di RS Polri Kramat Jati sebelum mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit lain.

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan intimidasi dengan mencatut status aparat dinilai meresahkan masyarakat. Polisi menegaskan akan menuntaskan penyelidikan dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya, sekaligus mengklarifikasi klaim identitas yang bersangkutan.

Di tengah proses hukum yang berjalan, para korban berharap ada jaminan keamanan agar dapat kembali bekerja tanpa rasa takut saat melayani masyarakat di SPBU tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :