VISI.NEWS – Meskipun pemerintah memberlakukan penutupan terhadap seluruh kawasan objek wisata, tetapi kawasan objek wisata Gunung Guntur masih saja banyak didatangi pengunjung.
Mereka umumnya merupakan para pendaki yang ingin kemping di kawasan puncak gunung api yang berlokasi di kawasan Kecamatan Tarogongkaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tersebut.
Masih banyaknya pendaki yang berdatangan ke kawasan Gunung Guntur diketahui ketika petugas gabungan dari kepolisian dan BKSDA Garut melakukan pengecekan, Kamis (4/6).
Petugas mendapati pengunjung yang bukan hanya untuk sekadar wisata tapi ingin mendaki dan berkemah.
“Untuk memutus penyebaran Covid-19, bersama dengan jajaran Koramil Tarogong dan pihak BKSDA Garut, kami melaksanakan kegiatan patroli ke sejumlah kawasan objek wisata yang ada di wilayah kami,” ujar Kapolsek Tarogongkaler, Ipda Masrokan, Kamis (4/6).
Kapolsek menambahkan, salah satunya adalah kawasan objek wisata Gunung Guntur. Dan ternyata hasilnya masih ditemukan para pengunjung dan juga pendaki yang datang dengan jumlah banyak.
Dijelaskannya, sesuai arahan dari pemerintah agar diberlakukan sosial dan physical distancing guna mencegah penyebaran Covid-19, maka pihaknya langsung memberikan imbauan kepada para pengunjung agar membatalkan rencana kunjungan apalagi pendakian.
“Imbuan juga diberikan kepada pengelola kawasan objek wisata agar mematuhi arahan-arahan yang diberikan pemerintah dan untuk sementara tidak dulu membuka kawasan objek wisata,” tandas Kapolsek.
Menurut Masrokan, jika aktivitas wisata serta pendakian dibiarkan terus berjalan, maka hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan orang.
“Ini tentunya sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19 yang tengah kita perangi bersama-sama,” ucapnya.
Masrokan menerangkan, mayoritas pengunjung dan pendaki yang datang ke Gunung Guntur merupakan warga dari berbagai daerah di wilayah Garut. Namun tak sedikit pula mereka yang sengaja datang dari luar Garut dengan tujuan yang sama yakni melakukan pendakian dan berkemah.
Ia menyampaikan, guna mencegah terus berlangsungnya aktivitas kunjungan dan pendakian di kawasan objek wisata Gunung Guntur, maka pihaknya akan terus melakukan pemantauan.
“Hal yang sama juga dilakukan terhadap objek-objek wisata lainnya termasuk hotel yang jumlahnya terbilang cukup banyak di wilayah Tarogongkaler,”pungkasnya. @zhr