Search
Close this search box.

Pandji Dilaporkan ke Polisi, PBNU Tegaskan Bukan Sikap Organisasi

Pengurus PBNU Ulil Abshar Abdalla, Komika Pandji Pragiwaksono dan Rizki Abdul Rahman Wahid. /visi.news/artificial intellegence

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemuda yang mengatasnamakan NU dan Muhammadiyah resmi melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik terhadap organisasi kemasyarakatan keagamaan. Laporan tersebut dibuat pada Kamis, 8 Januari 2026.

Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Aduan tersebut berkaitan dengan materi stand up comedy Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang digelar pada Desember 2025 dan ditayangkan melalui platform Netflix.

Perwakilan pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyatakan laporan diajukan karena materi lawakan Pandji dinilai merendahkan, memfitnah, menimbulkan kegaduhan di ruang publik, serta berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kami melaporkan kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media, memecah belah bangsa, dan menimbulkan keresahan,” ujar Rizki.

Menurut pihak pelapor, pernyataan Pandji yang menyinggung konsesi tambang kepada ormas keagamaan, khususnya NU dan Muhammadiyah, dianggap sebagai narasi politik balas budi yang merugikan nama baik organisasi. Atas dasar itu, Pandji dilaporkan dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP serta Pasal 242 dan/atau Pasal 243 KUHP.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dalam pelaporan tersebut bukan bagian dari struktur PBNU maupun badan otonom NU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak. Tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan resmi NU yang bernama Angkatan Muda NU,” tegas Gus Ulil, Kamis (8/1/2026).

Gus Ulil menjelaskan, NU sebagai organisasi besar dan terbuka kerap dijadikan rujukan oleh berbagai kelompok atau individu dalam menyampaikan aspirasi. Hal tersebut, menurutnya, sudah menjadi dinamika yang berlangsung sejak lama.

Baca Juga :  DEEP Indonesia: Pilkada oleh DPRD, Karpet Merah bagi Oligarki, Rakyat Tersingkir

“Sejak dulu banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Ada yang sifatnya spontan dan temporer, bahkan hanya bertahan beberapa jam saja. Itu bagian dari realitas NU sebagai organisasi besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya ruang humor dalam kehidupan masyarakat. Gus Ulil menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur publik harus berhadapan dengan proses hukum, seraya menegaskan bahwa perbedaan pandangan sebaiknya disikapi dengan dialog yang sehat dan dewasa.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :