Pasokan Terbatas, Harga Cabai Merah dan Beras Melonjak Tinggi di Pasar Pangan

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Lonjakan harga komoditas pangan pada hari ini, Selasa (9/7/2024).

Hari ini, harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia mengalami lonjakan tajam yang mencengangkan. Menurut data yang dirilis oleh Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pukul 07.38 WIB, harga beras premium naik signifikan sebesar Rp200 menjadi Rp15.730 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium juga mengalami kenaikan sebesar Rp70 menjadi Rp13.600 per kilogram.

Tidak hanya beras, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga mengalami peningkatan yang cukup mencolok. Harga SPHP Bulog naik sebesar Rp170 menjadi Rp12.750 per kilogram. Kenaikan ini memberikan tekanan lebih lanjut terhadap belanja konsumen, khususnya bagi mereka yang bergantung pada beras sebagai bahan pokok.

Selain itu, lonjakan harga juga tercatat pada komoditas cabai merah keriting dan cabai rawit merah. Harga kedua jenis cabai ini melonjak secara signifikan, mencerminkan ketegangan dalam pasokan dan permintaan di pasar domestik. Cabai merah keriting mengalami kenaikan harga yang cukup besar, sementara cabai rawit merah juga tidak kalah dengan lonjakan harga yang mencolok.

Di samping itu, telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga pada hari ini. Meskipun tidak sebesar lonjakan harga beras dan cabai, kenaikan harga telur ayam ras tetap memberikan dampak signifikan terhadap biaya hidup masyarakat. Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global dan faktor-faktor domestik yang mempengaruhi pasar pangan di Indonesia.

Para pelaku pasar dan konsumen diharapkan dapat memantau perkembangan harga pangan secara cermat dalam beberapa hari ke depan. Lonjakan harga seperti ini dapat mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat secara keseluruhan, serta menantang kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Baca Juga :  Strategi Sukses Jualan: Program Mentorship Mitra Bukalapak Fokus pada Produk Virtual

Dengan demikian, situasi hari ini menegaskan perlunya langkah-langkah strategis baik dari pemerintah maupun dari para pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi fluktuasi harga pangan yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat secara luas. Pemerintah diharapkan dapat bertindak cepat dan efektif untuk memitigasi dampak lonjakan harga ini agar masyarakat dapat merasakan kestabilan ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang.

@rizalkoswara

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

WHO Klasifikasikan Bedak Bayi Berbahan Talc Berpotensi Picu Kanker

Sel Jul 9 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Badan kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan talc, bahan yang umum digunakan dalam bedak bayi, sebagai “mungkin bersifat karsinogenik” bagi manusia. Klasifikasi ini didasarkan pada “bukti terbatas” yang menunjukkan hubungan antara talc dan kanker ovarium pada manusia, […]