VISI.NEWS | ABU DHABI – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak negara-negara di dunia untuk mengurangi subsidi bahan bakar fosil dan mengalihkan dana tersebut ke proyek transisi energi. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, saat membuka Sidang Majelis Umum ke-15 Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025).
“Pemerintah, masyarakat sipil, pengusaha, dan lain-lain harus bekerja sama untuk mendukung transisi energi, termasuk mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke investasi dalam transisi energi,” kata Guterres.
Ia juga menggarisbawahi perlunya transisi yang adil bagi pekerja dan komunitas yang terdampak.
Meskipun kemajuan energi terbarukan terus berkembang dan biaya energi bersih semakin menurun, negara-negara berkembang masih tertinggal. Guterres mengungkapkan bahwa keterbatasan pembiayaan menjadi hambatan utama. Hanya 20% dari total investasi global energi bersih sejak 2016 yang diterima oleh negara-negara berkembang.
Untuk mempercepat transisi, diperlukan langkah-langkah seperti meningkatkan kapasitas pinjaman bank pembangunan multilateral, memperluas pembiayaan konsesi, dan mengatasi masalah utang.
“Kita juga membutuhkan harga karbon yang efektif dan inovasi-inovasi sumber pembiayaan,” kata Guterres. @ffr