Peluncuran Buku Panduan Lapangan Bagi Pemandu Ekowisata Pengamatan Burung di Papua

Silahkan bagikan
  • Buku Panduan Lapangan Bagi Pemandu Ekowisata Pengamatan Burung di Papua disusun oleh Universitas Cenderawasih bersama dengan Yayasan WWF Indonesia. 
  • Survei dilakukan dalam kurun waktu tahun 2016-2019.
  • Data diambil dari wilayah Kampung Rhepang Muaif, Hotep Sawesuma Kabupaten Jayapura, Asai, Sawendui, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Supiori.

VISI.NEWS | ABEPURA – Universitas Cenderawasih meluncurkan buku “Panduan Lapangan Bagi Pemandu Ekowisata Pengamatan Burung di Papua’’, di Hotel Grand Abe, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Buku ini disusun dengan memanfaatkan hasil survei keragaman jenis burung di wilayah dataran rendah Papua Bagian Utara dan pulau-pulaunya. Hasil survei yang dilakukan oleh Universitas Cenderawasih dan Yayasan WWF Indonesia Program Papua dalam kurun waktu 2016-2019 juga menjadi dasar dikembangkannya program ekowisata pengamatan burung berbasis masyarakat di beberapa lokasi seperti Kampung Rhepang Muaif dan Sawesuma di Kabupaten Jayapura, Kampung Sawendui dan Aryoubu di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Jumat (21/1/2022), Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT pada saat peluncuran buku menyampaikan bahwa sebagai universitas pertama yang berdiri di Tanah Papua, Universitas Cenderawasih terus berupaya meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan pendidikan tinggi kepada masyarakat, buku ini diharapkan memberikan manfaat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat peran kampus dalam pengabdian masyarakat”, ungkap Bapak Apolo Safanpo.

Lebih jauh, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih Dr. Dirk Y. P. Runtuboi, M.Si menyatakan bahwa identifikasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan berkelanjutan merupakan salah satu fokus penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cenderawasih terutama di Fakultas MIPA sebagai kontribusi dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati Papua. Buku ini memuat deskripsi 114 jenis burung dari 212 spesies yang tersebar di dataran rendah Papua, sehingga sangat representatif dijadikan salah satu acuan dalam pengamatan dan identifikasi burung, khususnya bagi masyarakat dan para pecinta burung, untuk turut serta menjaga dan melestarikan burung-burung di Papua.

Baca Juga :  Petugas Bea Cukai Tangkap Jaringan Pembuat Miras Ilegal dengan Pita Cukai Palsu

Wika Rumbiak, Manager Program Papua Yayasan WWF Indonesia mengatakan, “Selain sebagai panduan beraktivitas oleh pemandu ekowisata, buku ini juga merupakan sumber informasi dan edukasi bagi wisatawan bahwa burung-burung tersebut adalah satwa yang dilindungi dan pemanfaatannya hanya sebagai aset wisata berkelanjutan dan tidak boleh diperdagangkan atau dijadikan buah tangan.”

Lebih lanjut Wika mengungkapkan “Buku ini juga merupakan bagian dari dokumentasi budaya setempat, karena dilengkapi dengan bahasa lokal,” tutupnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Bidang Pariwisata, Bapak Elius Wantik mengatakan, “Dalam rencana induk pariwisata Provinsi Papua untuk ekowisata, buku ini dapat bersinergi dengan program-progran ekowisata khususnya, dan bermanfaat bagi pemandu wisata dan masyarakat luas agar melindungi jenis-jenis burung terutama burung cenderawasih dari kepunahan”.

Tampilan buku ini dikemas penuh warna, terdapat beberapa fakta menarik tentang jenis burung tertentu, ilustrasi yang menarik minat anak-anak untuk lebih jauh belajar bagaimana mengidentifikasi morfologi burung. Versi digitalnya dilengkapi dengan fitur suara burung yang bisa langsung didengar. Berbagai keunikan buku ini membuatnya dapat digunakan pecinta burung baik anak-anak maupun orang dewasa.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bantuan UPPO Dari Kementan Diharapkan Dapat Meningkatkan Pendapatan Petani Di Sumedang

Jum Jan 21 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS |BANDUNG – Anggota DPRD Jabar, Reynaldi berharap program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Kabupaten Sumedang, meningkatkan penggunaan pupuk organik. Dengan adanya program tersebut juga diharapkan dapat memproduksi serta meningkatkan kwalitas produksi pertanian dan pendapatan petani. “Bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk […]