Pemerintah Didesak Lobby Saudi Atasi Persoalan Jamaah Umrah

Editor Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti menyerahkan bantuan ambulance dan tanki air dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) di Dapil Jateng IV beberapa waktu lalu. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti mendesak Pemerintah RI Cq. Kementerian Agama RI untuk melakukan lobby kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar dapat memberikan jalan keluar bagi warga Indonesia yang ingin menunaikan ibadah umrah.
​“Karena saat ini warga Indonesia belum bisa menjalankan ibadah umrah akibat Indonesia masuk ke dalam daftar 20 negara dengan penyebaran Covid-19 yang tinggi dan juga persoalan vaksin yang belum disertifikasi WHO,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Menurut Endang, ibadah umrah menjadi opsi yang paling masuk akal bagi warga Indonesia yang ingin mengobati kerinduannya untuk mengunjungi Tanah Suci karena kian panjangnya antrean untuk beribadah haji. Apalagi ibadah haji sudah dua tahun dibatalkan yakni tahun 1441 H/2020 M dan 1442 H/2021 M.

​Oleh sebab itulah dia menilai sangat ironis apabila ibadah umrah bagi warga Indonesia masih tetap dipersulit saat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah membuka pintu untuk memasuki Tanah Suci. “Ini adalah kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh warga Indonesia yang rindu ke Tanah Suci,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI ini.

Srikandi Beringin ini menambahkan, Pemerintah RI Cq. Kementerian Agama RI seharusnya segera me-lobby Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia segera dicabut dari daftar 20 negara yang memiliki penyebaran Covid-19 yang tinggi. “Sebab kalau bicara risiko Covid-19, saat ini tidak ada negara yang bebas dari penyebaran Covid-19,” ujar Anggota Dewan dari Dapil Jateng IV ini.

​Pengurus Pusat KPPG ini menginginkan agar Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tanpa melarang jemaah dari negara tertentu. “Jadi yang penting itu setiap jamaah haji dan umrah yang masuk ke Saudi adalah mereka yang sehat dan dibuktikan dengan hasil swab PCR. Itu yang penting. Bukan berasal dari negara mana?” ujarnya mempertanyakan.

Baca Juga :  Jadi Syarat Penerbangan, YLKI ke Pemerintah: Turunkan Harga Tes PCR

​Selain itu, mantan Anggota DPRD Jawa Tengah ini juga mengharapkan agar Pemerintah RI untuk me-lobby WHO agar jenis vaksin Sinovac dapat disertifikasi sebagai vaksin yang dapat diterima di Arab Saudi. “Karena saat ini Saudi hanya mengakui vaksin pfizer, astrazaneca, moderna dan jhonson. Padahal mayoritas warga Indonesia divaksin sinovac,” katanya.

​Oleh sebab itulah dia mendesak Pemerintah RI Cq. Kementerian Agama RI untuk menggencarkan lobby agar pintu umrah yang sudah dibukakan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dapat dimanfaatkan oleh jamaah haji Indonesia. “Umrah itu bisa jadi katup penyelamat bagi mereka yang ingin ke Tanah Suci. Kan kasihan, sudah ibadah haji dibatalkan, masak ibadah umrah pun tidak bisa,” demikian Endang Maria Astuti.@hmh

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Suami Temukan Istri-Anak Tewas di Subang Usai dari Istri Muda

Sab Agu 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan suami dari korban pembunuhan seorang perempuan yang adalah istrinya berinisial TH (55) dan anaknya berinisial AM (23), saat menemukan dua jenazah korban di kediamannya setelah dirinya pulang dari rumah istri mudanya. “Menurut keterangan saudara Y (suami korban) bahwa […]