Pemkab Bandung Mendapat 9 Unit Mobil Aspirasi Kampung Juara dari Pemprov Jabar

Editor Bupati Bandung Dadang Supriatna secara simbolis menerima 9 unit Maskara dari Pemprov Jabar, Selasa (28/12/2021). /visi.news/humas
Silahkan bagikan
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung kembali mendapat Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

VISI.NEWS | SOREANG – Sejak tahun 2019 hingga sekarang, Pemkab Bandung sudah menerima sebanyak 38 unit mobil maskara dari Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Pemberian pertama diberikan pada tahun 2019 sebanyak 14 unit, 15 unit pada 2020 dan 9 unit di tahun 2021.

Adapun sembilan desa yang mendapat bantuan antara lain, Desa Banjaran Kecamatan Banjaran, Desa Bojongsari dan Cipagalo Kecamatan Bojongsoang, Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi, Desa Cikalong Kecamatan Cimaung, Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan, Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya, Desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan dan Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menuturkan, pemberian maskara tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jabar, terhadap desa yang telah meningkat statusnya menjadi strata desa mandiri pada Indeks Desa Membangun (IDM).

“Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan strata desa mandiri terbanyak yakni mencapai 86 desa. Sementara yang mendapat bantuan baru 38 desa, tinggal sisa 48 desa yang belum menerima maskara,” jelas Bupati Dadang.

Melalui bantuan itu, dirinya meminta seluruh kepala desa agar dapat memanfaatkan maskara secara maksimal.

“Mobil ini sangat multifungsi. Pemerintah desa dapat menggunakannya sebagai panggung, angkutan pertanian dan logistik, mengantar orang sakit atau jenazah, sarana operasional vaksinasi serta media penyampaian program pemerintah kepada masyarakat,” urainya.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menargetkan, tahun 2022 jumlah strata desa mandiri di Kabupaten Bandung akan meningkat.

“Tahun ini di Kabupaten Bandung terdapat 86 desa mandiri, 129 desa maju dan 55 desa berkembang. Sementara untuk strata desa tertinggal dan sangat tertinggal, sudah tidak ada lagi. Insya Allah di tahun depan, jumlah desa mandiri akan bertambah,” harap Kang DS.

Baca Juga :  Dalam Mengawal Pembangunan, Pemkab Sidoarjo Jalin Sinergitas dengan Pers

Sementara Seksi Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan DPMD Provinsi Jabar Nugi Ginanjar Nugraha Sobarna mengapresiasi atas capaian desa mandiri di Kabupaten Bandung. Pihaknya mendorong Pemkab Bandung untuk terus meningkatkan desa mandiri.

“Kami banyak belajar dari Pemkab Bandung bagaimana meningkatkan desa mandiri dan menghilangkan strata desa tertinggal dan sangat tertinggal. Alhamdulillah tercatat sudah ada 386 desa mandiri di Jabar. Sedangkan yang namanya desa sangat tertinggal sudah tidak ada,” pungkasnya.@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Anggota Komisi IX DPR Ungkap Keluhan Nakes Honorer Terkait Pengangkatan PPPK

Sel Des 28 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengatakan, tenaga Kesehatan (Nakes) non Aparatur Sipil negara (ASN) atau Nakes Honorer masih banyak yang belum mendapatkan status dan kesejahteraan layak. Padahal, jasa mereka sangat besar dalam melayani masyarakat, terutama di masa pandemi ini. “Jadi Nakes Non ASN […]