VISI.NEWS | BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk menyeimbangkan antara pembangunan kota dengan pengembangan ide-ide kreatif. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Simposium UNESCO Creative Cities Network (UCCN) City of Design Subnetwork yang berlangsung di Gedung Center of Art, Design, and Language (CADL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, akhir pekan ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan mengungkapkan bahwa sejak 2013, Bandung telah menyadari potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa kota ini terus memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas nasional, baik dalam bidang seni, desain, maupun inovasi.
“Bandung menyadari potensinya di sektor ekonomi kreatif dan terus memperkuat perannya sebagai pusat kreativitas nasional,” ujar Farhan. Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, seperti akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif, yang telah menjaga Bandung tetap menjadi jantung kreativitas Indonesia.
Farhan lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun banyak kota lain di Indonesia memiliki kekuatan luar biasa dalam bidang seni dan budaya, Bandung memiliki ciri khas tersendiri. “Bandung punya ciri khas yaitu kolaborasi. Banyak kota seperti Medan, Jakarta, Yogyakarta, dan Bali punya kekuatan yang luar biasa, namun Bandung memiliki nilai tambah dalam hal kolaborasi antar berbagai elemen kreatif,” tuturnya.
Wali Kota Bandung juga menekankan pentingnya acara seperti simposium ini sebagai momentum untuk mempertemukan ide-ide segar dan memperluas jaringan kolaborasi antara kota-kota kreatif. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam sektor kreatif dan desain.
“Event kreatif di Bandung bukan sekadar hiburan, tetapi wadah di mana ide dan kreativitas bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah ruang di mana kreativitas bisa berkembang dengan bebas,” ujar Farhan.
Ia juga menegaskan bahwa kreativitas seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi semata. “Kreativitas bukan semata komoditas komersial, esensi kreativitas adalah ruang kebebasan dan kolaborasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Banung Grahita, menjelaskan bahwa sejak 2015 Bandung secara resmi bergabung dengan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai City of Design. Pengakuan ini datang karena potensi desain yang sangat besar di Bandung, yang didorong oleh banyaknya universitas dan komunitas kreatif di kota ini.
Banung menjelaskan bahwa komunitas akademik di Bandung, khususnya di ITB, telah lama menjadi sumber energi kreatif. “Di ITB, seni dan desain memiliki hubungan erat dengan teknologi, ilmu pengetahuan, dan bisnis. Ini yang menjadi dasar lahirnya inovasi dan menjadikan Bandung ekosistem kreatif yang dinamis,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah pertemuan UNESCO Cities of Design, Banung berharap kegiatan ini dapat memperkuat jaringan dan kolaborasi antar kota kreatif dunia. “Selamat datang di Bandung, kota di mana kreativitas, desain, dan inovasi berjalan beriringan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris UNESCO Creative Cities Network, Denise Bax, menyampaikan selamat atas 10 tahun penetapan Bandung sebagai UNESCO Creative City of Design serta terselenggaranya Bandung Design Week ke-5. “Kami melihat Bandung sebagai kota dengan energi luar biasa dan semangat kolaborasi yang menginspirasi banyak kota di dunia,” ujarnya.
Denise juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 350 kota kreatif di lebih dari 100 negara, termasuk 49 kota yang berfokus pada desain. Ia menambahkan bahwa UNESCO tahun ini memperkenalkan inisiatif global bertajuk Urban Solutions on Culture Driven Sustainable Urban Tourism, yang menyoroti peran desain dalam pembangunan berkelanjutan.
“Bandung menjadi salah satu contoh terbaik lewat proyek partisipatif yang melibatkan anak muda dalam co-design ruang publik yang damai dan inklusif,” ungkap Denise. Ia menutup dengan pesan penting, “Desain bukanlah kemewahan, desain adalah kebutuhan untuk membangun masyarakat yang adil, setara, dan berkelanjutan.”
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus berkembang, Bandung diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kota kreatif yang berperan penting di kancah internasional.
@uli