VISI.NEWS | BANDUNG – UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali membuka jalur penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui ujian Computer Based Test (CBT), yang berlangsung di Gedung Lecture Hall Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) mulai 17 hingga 24 Juli 2024. Dari ribuan peserta yang terdaftar, terdapat delapan calon mahasiswa berkebutuhan khusus, mencakup tuna netra, tuli, disabilitas fisik, mental, dan intelektual, menunjukkan komitmen universitas dalam menyediakan aksesibilitas pendidikan yang inklusif.
Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, menekankan bahwa aplikasi CBT yang digunakan telah dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan disabilitas. “Kami telah menyiapkan berbagai fitur untuk memudahkan akses bagi calon mahasiswa berkebutuhan khusus. Aplikasi CBT ini dirancang untuk memastikan bahwa semua peserta ujian dapat mengikuti dengan nyaman dan tanpa hambatan,” ujarnya saat melakukan monitoring pelaksanaan CBT pada Senin, (22/7/2024).
Rosihon menjelaskan bahwa terdapat sembilan fitur unggulan dalam aplikasi CBT yang mendukung aksesibilitas, seperti navigasi intuitif, dukungan pembaca layar, kontras warna yang dapat disesuaikan, serta penggunaan keyboard yang optimal. Fitur-fitur ini dirancang untuk memudahkan peserta dengan gangguan penglihatan, motorik, dan kognitif.
Lebih lanjut, Rosihon menjelaskan bahwa platform CBT juga menyediakan teks alternatif untuk gambar, pemberitahuan audio dan visual, waktu ujian fleksibel, serta ruang ujian khusus untuk peserta berkebutuhan khusus. “Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan pengalaman ujian yang inklusif dan memastikan setiap peserta dapat mengikuti ujian sesuai kebutuhan mereka,” tambahnya.
Pelaksanaan ujian CBT dilakukan dalam tiga sesi setiap hari, yaitu dari pukul 07.30-09.30 WIB, 10.00-12.00 WIB, dan 13.00-15.00 WIB, dengan setiap sesi diikuti oleh 400 peserta, sehingga total peserta per hari mencapai 1.200 orang. Ujian ini mencakup berbagai mata pelajaran seperti Penalaran Matematika, Penalaran Akademik, Literasi Keislaman, dan Literasi Membaca dalam Bahasa Indonesia, Arab, serta Inggris.
Rosmiyati, salah satu peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian, menyatakan kepuasannya terhadap fasilitas yang disediakan. “Aplikasi CBT sangat ramah disabilitas, dan saya merasa nyaman karena ada pendampingan dan fasilitas khusus yang memudahkan saya mengikuti ujian,” kata Rosmiyati yang memilih program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Bimbingan Konseling Islam, serta Manajemen.
Rosmiyati, yang berasal dari Subang, berharap dapat diterima di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan melanjutkan studinya dengan dukungan penuh dari keluarganya. “Saya berharap fasilitas di kampus dapat terus ditingkatkan agar lebih memadai untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” pungkasnya.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas dalam pendidikan tinggi. Panitia PMB mengundang saran dan umpan balik dari peserta untuk terus memperbaiki layanan dan fasilitas yang ada.
@rizalkoswara