Pengadaan BBM Dinas LH Kab. Bandung Kurang Tepat, Sampai Akhir Desember 2020 Masih Ada Deposit di SPBU Rp. 840.541.950

Editor Ketua GNPK RI Kabupaten Bandung, Imam Supardi, M.M./visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kab. Bandung Imam Supardi, M.M., mengungkapkan bahwa dalam pengadaan bahan bakar minyak yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung masih kurang tepat dikarenakan penguasaan barang persediaan berada di pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Seharusnya pada saat pembayaran deposit pembelian, DLH mencatat sebagai beban dibayar di muka dan pada saat pengisian BBM baru diakui sebagai beban. Bersasarkan catatan BPK sampai 31
Desember 2020 masih terdapat deposit di SPBU sebesar Rp. 840.541.950,” ” ujarnya kepada VISI.NEWS, Senin (9/8/2021).

Pada akhir tahun anggaran (31 Desember 2020) berdasarkan Laporan Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (LK-BPK), kata Imam, DLH melakukan rekonsiliasi dengan SPBU untuk akurasi pengakuan sisa beban dibayar di muka atau deposit atas kerjasama pembelian BBM.

“Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung telah melakukan koreksi pencatatan dan penyajian persediaan, beban persediaan, dan beban dibayar di muka pada Neraca per 31 Desember 2019 (audited) dan LRA untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (audited). Saldo Persediaan diantaranya merupakan saldo persediaan DLH sebesar Rp. 1.915.913.999,” ujarnya.

Saldo tersebut, kata Imam, terdiri dari persediaan bahan bakar minyak/gas Rp. 991.382.262, persediaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih Rp. 553.844.992 persediaan suku cadang Rp. 358.391.000, persediaan alat tulis kantor (ATK) Rp. 5.906.395, persediaan barang cetakan Rp. 3.392.950, persediaan alat listrik Rp. 2.996.400.

“Persediaan bahan bakar minyak/gas sebesar Rp. 991.382.262 merupakan persediaan pelumas sebesar Rp. 150.840.250,00 dan persediaan bahan bakar sebesar Rp. 840.542.012,” ungkap Imam.

Dalam Berita Acara Stock opname DLH per 31 Desember 2020, katanya, terdapat nilai persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp. 840.542.012,00. BBM tersebut terdiri dari Pertamina Dex, Solar dan Pertalite.

Baca Juga :  Komitmen Hasilkan Perda yang Selaras dengan Pancasila

Hasil pemeriksaan stock opname persediaan BBM, kata Imam, menunjukkan bahwa pada DLH tidak terdapat fisik persediaan BBM tersebut. Berdasarkan keterangan dari Pengelola Barang pada Bidang Persampahan DLH, persediaan bahan bakar bensin tersebut disimpan di SPBU yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten.

Selama TA 2020, katanya, SPBU menyediakan bahan bakar yang dituangkan dalam Surat Perjanjian
(Kontrak) Nomor 602.21/782/KONTRAK/BBM/BPS/IV/2020 tanggal 2 April 2020 sebesar Rp. 1.656.378.800,00 untuk pengadaan bahan bakar minyak dari April 2020 s.d. Juli 2020 dan melalui Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor 602.21/1888/KONTRAK/BBM/BPS/ VII/2020 tanggal 23 Juli 2020 sebesar Rp. 3.280.392.800,00 untuk pengadaan bahan bakar minyak dari 23 Juli 2020 s.d. Desember 2020.

Kerjasama tersebut, lanjut Imam, merupakan kerjasama penyediaan bahan bakar bagi kendaraan operasional pada DLH termasuk dumptruck, arm roll, alat berat dan pick up pada Bidang pengelolaan sampah DLH. Supir diberikan Surat Pengantar Pengisian BBM yang sudah prenumbered sebagai pengantar ke SPBU untuk dilakukan pengisian bahan bakar, kemudian supir memperoleh struk pengisian bahan bakar untuk dilaporkan kepada bidang yang bersangkutan. Pihak SPBU akan melakukan penagihan setiap 15 (lima belas) hari sekali dengan menyertakan rekapitulasi pengisian. Pihak DLH akan melakukan rekonsiliasi dengan pihak SPBU.

Atas rekapitulasi pengisian sebagai dasar penagihan setiap 15 hari tersebut sebelum dilakukan pembayaran. Untuk Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor 602.21/1888/KONTRAK/BBM/BPS/VII/2020 tanggal 23 Juli 2020 sebesar Rp3.280.392.800,00 terdapat 11 kali pembayaran yakni pada 18 Agustus 2020 sebesar Rp. 125.140.950 untuk pengisian tanggal 23 s.d. 31 Juli 2020, pembayaran pada 31 Agustus 2020 Rp. 242.988.300 pengisian tanggal 1 s.d. 15 Agustus 2020, pada 14 September 2020
Rp. 220.493.700 untuk pengisian tanggal 16 s.d. 31 Agustus 2020, pada 25 September 2020
Rp. 229.393.800 untuk pengisian tanggal 01 s.d. 15 September 2020, pada 8 Oktober 2020 Rp. 234.125.100, pada pengisian tanggal 16 s.d. 30 September 2020, pada 23 Oktober 2020 Rp. 228.804.600 pengisian tanggal 1 s.d. 15 Oktober 2020, pada 11 November 2020 Rp. 233.932.300 pengisian tanggal 16 s.d. 31 Oktober 2020, pada 24 November 2020 Rp. 206.197.750 untuk pengisian tanggal 1 s.d. 15 November 2020, pembayaran pada 10 Desember 2020 Rp. 225.638.900, pada pengisian tanggal 16 s.d. 30 November 2020, pada 22 Desember 2020 Rp. 226.390.900 pengisian tanggal 01 s.d. 15 Desember 2020 dan pada 22 Desember 2020 Rp. 1.107.281.450,00 untuk pengisian pada tanggal 16 Des 2020

Baca Juga :  Lemah Jantung itu Apa? Ini 14 Tanda-tandanya

“Berdasarkan LK-BPK, penggunaan bahan bakar dari tanggal 16 Desember 2020
s.d. tanggal 31 Desember 2021 yakni sebesar Rp. 266.739.500,00, sehingga per 31
Desember 2020 masih terdapat deposit kepada SPBU sebesar Rp. 840.541.950,” ungkapnya. Yakni, jelasnya, pembayaran pada 22 Desember 2020 sebesar Rp 1.107.281.450  dikurangi pengisian pada 16-31 Desember 2020 sebesar Rp. 266.739.500.@rul

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lionel Messi Akhirnya Ucap Perpisahan Secara Resmi kepada Barcelona

Sen Agu 9 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Lionel Messi berlinang air mata saat memberikan konferensi pers terakhirnya sebagai pemain Barcelona pada Minggu saat dia mengakhiri 21 tahun kariernya di Camp Nou. “Ini sangat sulit, saya tidak siap untuk ini. Tahun lalu saya diyakinkan untuk pergi, tetapi tahun ini kami, keluarga saya dan saya ingin […]