VISI.NEWS | SOREANG – Surat rekomendasi DPP Partai Golkar yang dinanti, akhirnya turun juga. Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya rekom diberikan kepada pasangan Sahrul-Gungun untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung, 27 November 2024 mendatang yang menantang pasangan petahana, Dadang Supriatna- Ali syakieb.
Direktur Jamparing Institut Dadang Risdal Azis menjelaskan bahwa Koalisi Alus pisan yang terdiri dari partai Golkar, PKS dan PDIP akan menantang koalisi Bedas yang berisi PKB, Gerindra, Demokrat. Sementara Nasdem dan PAN yang pada waktu lalu sudah menyatakan bergabung dalam koalisi Bedas karena masih harus menunggu Surat Rekomendasi dari DPP partai masing-masing.
Ia menyebutkan apakah akan tetap lanjut berada dalam koalisi Bedas atau justru akan berbalik dan bergabung dengan koalisi Alus Pisan. Pasalnya, dinamika dan drama masih terjadi, dimana pada waktu lalu beberapa pengurus Nasdem melakukan komunikasi politik dengan partai yang tergabung di koalisi Alus Pisan. Nasdem sendiri dalam silaturahmi tersebut juga mencoba mendorong kadernya untuk bisa menjadi bakal calon wakil Bupati.
“Dalam proses politik dinamika memang dinamis, peluang sekecil apapun harus bisa termanfaatkan dengan baik, pun demikian Nasdem, saat dalam koalisi bedas kadernya tidak terakomodir mereka mencoba menyodorkan kader di tempat lain yakni di koalisi Alus Pisan,” ucap kang Risdal sapaan akrabnya ini, Sabtu (3/8/2024).
Pengamat pemerhati kebijakan publik dan politik ini menyampaikan bahwa persoalannya dengan telah terbitnya surat rekomendasi dari DPP Golkar untuk pasangan Sahrul-Gungun, apakah mereka akan tetap berada di koalisi Bedas atau Alus pisan, tentu ini akan diputuskan oleh DPP Nasdem yang sebentar lagi akan menyelenggarakan kongres atau Munas yang salah satu agendanya menetapkan rekomendasi usungan dan ketetapan arah koalisi diseluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak.
“Kalau melihat gestur gerak Nasdem saat ini, meskipun ketua DPD Nasdem Kabupaten Bandung sudah menetapkan akan mengusung pasangan Petahana, saya memprediksi Nasdem sepertinya cenderung lebih condong akan bergabung di koalisi Alus Pisan,” tuturnya.
Demikian juga, imbuh Risdal, dengan posisi PAN yang sementara ini berada dalam koalisi Bedas, pada waktu lalu menyodorkan salah satu kadernya yakni aktris Eksanti untuk bisa mendampingi kang DS. Sehingga akhirnya harus terpental karena Kang DS ternyata lebih memilih Ali Syakieb, apakah akan terus konsisten berada dalam barisan koalisi Bedas atau justru ikut dalam koalisi Alus Pisan.
Kemungkinan PAN akan bergabung dalam koalisi Alus Pisan masih bisa terjadi jika merunut pada konfigurasi koalisi di pusat yang tergabung dalam koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Ya, bisa saja terjadi demikian, kalau lobi-lobi para petinggi partai di tingkat pusat berhasil meyakinkan untuk bisa meneruskan juga ditingkat daerah,” ujarnya.
Sementara itu, dikatakan Risdal, Sahrul-Gungun memang memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu yang akan menjadi lawan yang tangguh dan sepadan menantang popularitas kang DS, yang memang sangat fenomenal berkat gebrakan dan terobosan program-program yang dianggap pro rakyat.
“Tentu menjadi pertandingan yang sangat ideal dan pertarungan yang sangat sengit, dua pasangan ini memiliki keunggulan masing-masing. Kang DS adalah politikus murni yang berjiwa petarung, sudah makan asam garam dalam dunia pemilihan. Pemilihan Kepala Desa, pemilihan Legislatif dan juga pernah bertarung dalam kontestasi organisasi pemuda dan pemilihan lainya. Ini menjadi modal petahana bagaimana mengatur strategi dan cara untuk meraih kemenangan untuk kedua kalinya,” terangnya.
Namun, demikian pula pengalaman pasangan duo Gunawan ini yang sama-sama pernah menduduki wakil Bupati. Bahkan kang Gungun sendiri selain pernah jadi wakil Bupati juga pernah menjadi anggota DPRD dan sekarang terpilih kembali menjadi anggota DPRD periode 2024-2029. Tentu kondisi tersebut menjadi nilai tambah yang luar biasa sebagai bekal menjadi pemimpin Kabupaten Bandung.
“Pengetahuan dan pengalaman duo Gunawan ini memang tidak diragukan lagi, mereka sudah tau seluk beluk Kabupaten Bandung dengan baik,” katanya.
Dari kacamata pengamatannya saat ini, sudah bisa dipastikan bahwa Pilkada Kabupaten Bandung akan diikuti oleh dua pasang calon. Tinggal menunggu kedua pasangan ini mendaftar pada tanggal 27-29 Agustus 2024. Kedua pasangan calon ini akan berlomba, bersosialisasi dan saling berebut simpati serta empati dari masyarakat guna meraih suara nantinya.
@gvr