VISI.NEWS | BANDUNG – Pengelolaan Sampah Stadion GBLA menunjukkan terobosan nyata dalam praktik keberlanjutan, dengan total 4.862 kg sampah berhasil dikelola secara terintegrasi pada pertandingan Persib vs Malut United bukti bahwa pengelolaan sampah di stadion bisa ramah lingkungan dan bermanfaat bagi komunitas.
1. Apa Itu Pengelolaan Sampah Stadion GBLA
Istilah Pengelolaan Sampah Stadion GBLA merujuk pada sistem integratif yang dijalankan oleh Persib bersama mitra Jubelo untuk mengelola sampah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Fokusnya tidak hanya sekedar mengumpulkan, tetapi memisah, mengolah, hingga memastikan tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pendekatan ini dikenal sebagai zero waste to landfill sebuah konsep yang sangat sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan di level global.
2. Data Nyata: Total Sampah yang Dikelola pada Pertandingan Persib vs Malut United
Pada laga Persib melawan Malut United di Stadion GBLA, total Pengelolaan Sampah Stadion GBLA mencapai angka 4.862 kg. Tim pengelola mengklasifikasikan jenis sampah sebagai berikut:
– 985 kg sampah organik (31,8%)
– 2.147 kg sampah anorganik (40%)
– 1.730 kg sampah residu (28,2%)
Ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan pengelolaan sampah di acara besar seperti pertandingan sepak bola, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan yang dilakukan.
3. Pengelolaan Sampah Stadion GBLA dan Konsep Zero Waste to Landfill
Pendekatan Pengelolaan Sampah Stadion GBLA adalah zero waste to landfill, yang berarti tidak ada sampah yang langsung dibawa ke TPA. Semua sampah diproses melalui tahapan:
– Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot
– Sampah anorganik disortir lalu dikirim ke fasilitas daur ulang
– Sampah residu diproses secara khusus sesuai standar lingkungan
Metode ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi seperti produksi kompos yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian kota atau pakan maggot untuk industri peternakan.
4. Pentingnya Pengelolaan Sampah Stadion GBLA dalam Konteks SDGs
Praktik Pengelolaan Sampah Stadion GBLA sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
– SDG 11: Kota dan komunitas berkelanjutan
– SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
– SDG 13: Aksi terhadap perubahan iklim
Menurut Perserikatan Bangsa‑Bangsa, pencapaian SDGs ini penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi di masa depan dan langkah yang diambil Persib merupakan contoh konkret penerapan SDGs di level lokal.
5. Jejak Pengelolaan Sampah Sebelum Laga Melawan Malut United
Pengelolaan Sampah Stadion GBLA bukanlah fenomena sekali jalan. Sepanjang musim, PERSIB berhasil mencatat pengelolaan sampah di berbagai laga sebelumnya, antara lain:
| Laga | Total Sampah (kg) |
|---|---|
| PERSIB vs PSBS Biak | 4.895 |
| PERSIB vs Persija Jakarta | 6.571 |
| PERSIB vs Borneo FC | 2.948 |
| PERSIB vs Bangkok United | 3.916 |
| PERSIB vs Bhayangkara FC | 3.872 |
| PERSIB vs PSM Makassar | 4.972 |
| PERSIB vs Dewa United | 3.003 |
| PERSIB vs Lion City Sailors | 2.522 |
| PERSIB vs Persebaya Surabaya | 1.564 |
| PERSIB vs Persis Solo | 1.903 |
| PERSIB vs Selangor FC | 2.079 |
Rekap ini menunjukkan Pengelolaan Sampah Stadion GBLA dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
6. Peran Jubelo dalam Pengelolaan Sampah Stadion GBLA
Kolaborasi Persib dengan Jubelo menjadi tulang punggung sistem pengelolaan ini. Jubelo berfungsi sebagai mitra resmi yang mengelola sampah secara profesional, mulai dari:
– Penyediaan alat dan fasilitas pemilahan
– Pencatatan berat dan klasifikasi sampah
Koordinasi proses pengolahan dan daur ulang
Tanpa kemitraan seperti ini, sistem Pengelolaan Sampah Stadion GBLA tidak akan berjalan seefektif sekarang.
7. Kesiapan Operasional dan Tenaga Lapangan
Tidak kalah penting dalam Pengelolaan Sampah Stadion GBLA adalah aspek operasional. Pada laga terakhir, sebanyak:
– 442 trashbag disiapkan
– 42 tenaga kerja dilibatkan
– Tim bekerja mulai dari pra‑pertandingan hingga pasca‑pertandingan
Keberadaan tenaga lapangan sangat penting untuk memastikan sampah benar‑benar terpisah sesuai kategori, sehingga proses di tahap selanjutnya dapat berjalan tanpa hambatan.
8. Menumbuhkan Kesadaran Bobotoh Lewat Kampanye
PERSIB menanamkan pentingnya Pengelolaan Sampah Stadion GBLA tidak hanya sebagai tugas teknis, tetapi juga budaya yang perlu diadopsi oleh semua pihak, khususnya Bobotoh suporter setia klub.
Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, klub mengajak suporter untuk:
– Membuang sampah di tempat yang sesuai
– Mengikuti arahan petugas
– Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
– Menjaga kebersihan setelah pertandingan
Dengan langkah kecil seperti ini, Pengelolaan Sampah Stadion GBLA jadi lebih dari sekedar program tetapi bentuk tanggung jawab bersama.
9. Testimoni Pihak Klub tentang Pengelolaan Sampah Stadion GBLA
Menurut Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, Pengelolaan Sampah Stadion GBLA mencerminkan nilai inti yang ingin terus ditumbuhkan antara klub dan Bobotoh:
“GBLA bukan sekadar venue pertandingan. GBLA adalah rumah kita tempat emosi, kebanggaan, dan sejarah Persib terus bertumbuh.”
Penekanan ini bukan sekedar retorika, tetapi manifestasi dari cara klub memperlakukan stadion sebagai ‘rumah’ yang harus dirawat bersama.
10. Tantangan dan Peluang ke Depan
Walaupun capaian Pengelolaan Sampah Stadion GBLA sudah mengesankan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi:
– Mengubah kebiasaan suporter
– Menambah fasilitas daur ulang permanen
– Menjalin lebih banyak kemitraan untuk sampah residu
Namun di sisi lain, peluangnya pun besar: stadion bisa menjadi model pengelolaan sampah untuk acara‑acara besar lain, bahkan menjadi studi kasus bagi pengelola fasilitas publik di seluruh Indonesia.
Mengapa Pengelolaan Sampah Stadion GBLA Penting
Pengelolaan Sampah Stadion GBLA adalah contoh kongkret bagaimana klub sepak bola bisa mengambil peran dalam isu lingkungan yang lebih luas tidak hanya dalam batas stadion, tetapi juga untuk komunitas yang lebih besar.
Dengan pendekatan zero waste, pelibatan mitra profesional, kerja tim yang solid, dan dukungan aktif Bobotoh, PERSIB berhasil memadukan prestasi olahraga dengan tanggung jawab lingkungan. Ini bukan sekadar statistik tetapi langkah nyata menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Apakah program ini akan jadi standar bagi semua stadion di Indonesia? Waktu yang akan menjawab namun langkah Persib sudah menjadi inspirasi nyata. @desi
Baca Juga: