VISI.NEWS | BANDUNG – Nasi adalah makanan utama bagi masyarakat Indonesia. Ada orang yang lebih menyukai nasi yang disajikan dalam keadaan dingin, sementara yang lain lebih menikmati nasi yang baru dimasak atau masih panas.
Menurut Dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, seorang pakar gizi, nasi yang sudah dingin mengandung pati resisten yang lebih lambat dalam meningkatkan gula darah. Di sisi lain, nasi panas dapat menyebabkan pati menjadi kurang resisten.
Ia menjelaskan bahwa pati resisten tidak mudah terurai, sehingga bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Untuk penderita diabetes, mengonsumsi nasi yang didinginkan semalaman menjadi pilihan yang lebih baik karena proses pendinginan yang lama dapat bermanfaat bagi kesehatan mereka.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes yang mengonsumsi nasi dingin selama 24 jam di lemari es dan kemudian dipanaskan kembali mengalami peningkatan kadar gula darah yang jauh lebih stabil. Kenaikan gula darah mereka lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang makan nasi yang baru dimasak.
Studi lain pada tahun 2015, yang melibatkan individu tanpa diabetes, juga menemukan bahwa nasi dingin menghasilkan lonjakan gula darah yang lebih sedikit.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nasi dingin lebih baik untuk kesehatan dibandingkan nasi baru matang atau nasi panas. Meskipun nasi panas lebih menggugah selera, ia dapat meningkatkan kadar gula darah. @ffr