VISI.NEWS |BANDUNG – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus memanas, pasalnya dua nama kandidat Bakal Calon (Balon) Ketua terus saling klaim dukungan dari DPC Partai Demokrat di kota/kabupaten se Jabar.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jabar aktif, Irfan Suryanagara misalnya, menurut Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jabar, Asap Wahyu, petahana Irfan mengklaim sudah mengantongi sebanyak 17 DPC dan penantang petahana yaitu Anton Sukartono mengaku mengantongi dukungan dari DPC sebanyak 19.
“Saling klaim dukungan dari DPC itu jika di hitung dari dua balon kandidat totalnya jadi 36 DPC, sementara jumlah DPC secara administrasi yang ada di Jabar hanya sebanyak 27 DPC,” katanya.
Kepada VISI.NEWS, Senin (25/10/21) di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Asap Wahyu menegaskan, rencana
pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Jabar akan digelar dalam waktu dekat ini, jumlah peserta secara administrasi akan diikuti oleh 27 perwakilan DPC ota/Kabupaten se Jabar.
“Jadi jumlah peserta musyawarah daerah atau musda itu sebanyak 27 DPC bukan 36 DPC, keliru itu. Terkait klaim dukung mendukung kandidat Balon Ketua DPD pun, sangat keliru jumlahnya,” tegasnya.
Sepengetahuannya, Anggota DPRD Provinsi Jabar yang juga Ketua DPD Demokrat saat ini, Irfan Suryanagara per hari Senin (18/10/21) sudah menyerahkan surat dukungan DPC secara mayoritas ke DPP Demokrat, dan sisa DPC yang tidak memberikan surat dukungan terhadap Irfan, diperkirakan hanya sebanyak 10 DPC.
“Setelah peraturan organisasi atau PO tentang aturan musda itu keluar, Irfan sudah menyerahkan surat dukungan mayoritas dari DPC ke DPP, sisanya sebanyak 10 DPC mungkin akan memberikan surat dukungan ke Anton,” ujar Asap.
Terakhir, Asap mewanti – wanti terhadap siapa pun nanti yang terpilih menjadi Ketua DPD Demokrat Jabar, harus mampu mengelola partai dengan baik terlebih harus mampu membawa Demokrat Jabar kembali berjaya seperti pada 2004 hingga 2014 yang lalu.
“Untuk menjadi pemimpin Parpol di Jabar jangan lah main-main. Terlebih Jawa Barat memiliki populasi pemilihnya itu hampir 20% dari populasi pemilih nasional,
dan ketuanya harus disegani oleh para kolega parpol lainnya,” pungkasnya.@eko