Search
Close this search box.

Pernyataan Trump Guncang Pasar Kripto, Bitcoin Turun Drastis

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump./visi.news/yahoo.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Harga Bitcoin tiba-tiba anjlok setelah Donald Trump menyatakan bahwa ia mungkin tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, meski secara hukum sebenarnya ia memang tak bisa mencalonkan diri untuk ketiga kalinya, sesuai Amandemen ke-22 dalam Konstitusi AS.

Dikutip dari cryptopotato, Rabu (6/8/2025), komentar Donald Trump ini disampaikan hanya beberapa menit sebelum harga Bitcoin merosot lebih dari USD 1.500 atau sekitar Rp 24,5 juta (estimasi kurs Rp 16.380 USD).

Sebelumnya, Bitcoin sempat naik dan mendekati level USD 115.000 atau kurang lebih Rp 1,88 miliar, tetapi kembali gagal menembus level tersebut.

Trump, yang pernah menjabat sebagai Presiden ke-45 dan kini kembali sebagai Presiden ke-47 AS, disebut-sebut punya pengaruh kuat terhadap pasar kripto.

Namun, pernyataannya soal kemungkinan tidak maju di 2028 memicu spekulasi dan reaksi negatif dari investor.

Sebagai pengingat, Amandemen ke-22 Konstitusi AS menyatakan:

“Tidak seorang pun boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari dua kali…”

Artinya, secara hukum Trump tak bisa menjabat untuk ketiga kalinya. Meski begitu, rumor bahwa ia bisa kembali mencalonkan diri di 2028 sempat beredar beberapa kali. Dalam unggahan terbarunya, Trump mengaku ingin mencalonkan diri lagi, tetapi kemungkinan besar tidak akan melakukannya.

Dampak ke Bitcoin

Bukan hanya soal masa depan politiknya, dalam waktu hampir bersamaan Trump juga menyampaikan komentar mengenai hubungan dagang AS dengan Tiongkok dan tarif terhadap India. Serangkaian pernyataan ini diyakini ikut memicu kekhawatiran pasar dan membuat investor mengambil langkah aman.

Bitcoin, yang selama ini mendapat sentimen positif sejak kemenangan Trump di pemilu akhir 2024, kini harus menghadapi tekanan baru. Koreksi harga ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap ucapan politisi, terutama yang punya rekam jejak kuat dalam kebijakan ekonomi dan teknologi.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 15 April 2026

Trump: ‘Mungkin Tidak’ Akan Maju Lagi di 2028

Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan besar ia tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga pada 2028, meskipun ia ingin melakukannya.

“Enggak. Mungkin tidak,” kata Trump saat ditanya dalam wawancara CNBC, sambil tertawa dan mengulangi pernyataan itu dikutip dari USA Today Rabu.

Pernyataan ini jadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Trump tak berencana menabrak batasan konstitusional untuk kembali maju.

Konstitusi AS, Amandemen ke-22, menyatakan:

“Tidak seorang pun boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari dua kali, dan tidak seorang pun yang telah menjabat sebagai Presiden… selama lebih dari dua tahun… boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari satu kali.”

Trump saat ini sedang menjalani masa jabatan keduanya setelah sebelumnya menjabat pada 2017–2021 yang berarti secara hukum, ia sudah mencapai batas masa jabatan. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :