VISI.NEWS | BANDUNG – Menindaklanjuti hasil dari pertemuan antara Pj Gubernur Jawa Barat bersama ARUM yang di Koordinatori oleh Walhi Jawa Barat pada tanggal 28 Mei 2024 di Kantor PJT Jati Luhur.
Dalam kegiatan tersebut telah melahirkan kesepaham serta kesepakatan bersama yang di antaranya yaitu, Pj Gubernur menerima segala usulan atau rekomendasi yang di sampaikan Walhi Jabar.
Kedua PJ memberikan saran agar Walhi atau ARUM dapat lebih mendetailkan kembali atas semua usulannya, dan menjadwalkan kembali bertemu dengan PJ Gubernur untuk membahasan usulan yang sudah didetailkan.
Ketiga Pj Gubernur meminta secara spesifik kepada Walhi langsung, agar dapat menemani kunjungan lapangan untuk mengetahui lahan kritis yang terjadi di zona Hulu sungai Citarum (Artapela).
Hal ini diungkapkan Direktur Walhi Jabar Wahyudin kepada VISI.NEWS, pada Jumat (14/6/2024).
Jelang setelah pertemuan tersebut, kata Wahyudin, Walhi yang masuk sebagai anggota ARUM sekaligus sebagai Koordinator ARUM setidaknya telah mendapat undangan dari beberapa intansi, salah satunya dari Satgas Citarum dan Sekda Provinsi Jawa Barat untuk membawas rencana kegiatan yang harus di tuangkan dalam 8 Pokja Citarum Harum, undangan yang terkesan mendadak tersebut menurut ARUM telah mencederai kepercayaan terhadap hasil yang telah disepakati antara ARUM bersama PJ Gubernur.
“Apa dasarnya?, dengan jelas kami tegaskan bahwa tindak lanjut dari kegiatan pertemuan antara ARUM bersama PJ Gubernur salah satunya dalam kurun waktu Dua Minggu pasca pertemuan harus ada Kembali pertemuan antara ARUM bersama PJ yang akan melibatkan semua stakeholder atau 8 Pokja Program PPK Das agar dapat mendetilkan bersama-sama terhadap kegiatan Citarum Harum yang waktunya hanya tersisa 10 bulan,” ungkapnya.
Pihaknya tidak berharap bahwa kegiatan yang telah berlangsung dilakukan oleh Satgas Citarum hanya untuk menghabiskan anggaran. Pasalnya, pembahasan yang semestinya membahas materi-materi subtansi dirasa belum efektif serta representatifkan keterwakilan unsur pentahelix yang baik.
“Fakta, infromasi yang kami terima dari Sebagian yang hadir pada kegiatan pembahasan yang di leading oleh Sekda Jabar belum benar-benar menyasar pokok masalah utama, malah terkesan dan cenderung tidak bernilai subtansi. Desakan atas rekomendasi ARUM jangan di jadikan alat untuk menghambur-hamburkan anggaran,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya pun ingin menyoroti kegiatan yang telah di lakukan Sekda Jabar salah satunya kunjungan ke lahan kritis yang berada di zona hulu Citarum. Bagi mereka hal tersebut hanya menghaburkan anggaran semata dan terkesan pencitraan Sekda Jabar agar terkesan memiliki langkan kongkrit yang dapat di lakukan dalam masa transisi Program Citarum Harum tersbeut.
“Jika Sekda Jabar memiliki inisiatif, mestinya harus di sandarkan kepada kesepakatan yang telah dihasilkan dari pertemuan Walhi dan Pj. Gubernur, melibatkan unsur yang lebih banyak dan sebelum melakukan kegiatan lebih jauh mengidentifikasi jaringan Lembaga, Komunitas, Akademisi, serta pihak lain yang dapat di hadirkan untuk merencanakan setiap kegiatan yang akan di lakukan pemerintah, bukan malah membuat kegiatan yang seporadis tanpa meminta pendapat publik terlebih dahulu, sehingga patut kegiatan tersebut hanya menjadi gimik kepentingan politis semata selain menghamburkan anggaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wahyudin menyampaikan ada hal yang perlu di ingat, bahwa salah satu yang di tekankan oleh ARUM merespon urgensi masalahnya yang begitu komplek yaitu, dari mulai lahan kritis, sampah di sungai (Sub Das dan Das Citarum). Kemudian pencemaran limbah industri dan ternak, Tata Ruang Kota serta penegakan hukum.
“Dengan itu, saya atas nama ARUM akan meminta serta menagih secara tegas janji Pj. Gubernur untuk membahas kembali hasil kesepakatan atas usulan dan rekomendasi kami yang wajib di tuangkan pada pokja Citarum Harum, hal tersebut penting agar dapat menjadi skala prioritas dalam menangani masalah yang masih kompleks,” katanya.
Selain itu juga ARUM akan mengecam keras kepada pemerintah yang membuat kegiatan tanpa melaui proses koordinasi serta proses partisipasi yang baik yang ditujukan agar dapat di lakukan secara pentahelix.
@gvr