VISI.NEWS – Momen resepsi pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi di Jakarta pada Minggu 26 April 2026 tak hanya menjadi perayaan cinta, tetapi juga panggung ekspresi gaya yang sarat makna personal. Di balik gemerlap pesta, pilihan perhiasan para tokoh yang hadir menyimpan cerita tentang selera, simbol, dan karakter masing masing.
Sebagai pengantin, Syifa tampil anggun dengan gaun penuh kristal karya Tex Saverio. Namun yang mencuri perhatian justru kesederhanaan perhiasannya. Ia memilih cincin Cartier Love Ring berbahan 18K rose gold senilai sekitar Rp37,1 juta. Pilihan ini memperlihatkan sisi elegan yang tidak berlebihan, seolah menegaskan bahwa keindahan tidak selalu harus tampil mencolok.
Kalung semi chocker yang dikenakan Syifa juga menyimpan filosofi tersendiri. Karya Wanda Ponika ini menonjolkan berlian berbentuk hati dengan kualitas tinggi. “Clean, classic and everlasting. Enggak ada ornamen apa pun, karena aku mau menonjolkan keindahah berlian berbentuk hati yang warnanya D color,” urai Wanda Ponika, sang desainer perhiasan, dikutip dari kanal Showbiz Liputan6.com. Pilihan tersebut seakan mencerminkan harapan akan cinta yang murni dan abadi.
Di sisi lain, sosok ibu mertua, Maia Estianty, tampil dengan karakter yang lebih tegas melalui perhiasan berkelas tinggi. Cincin berlian berbentuk pir seberat 5,86 karat yang dikenakannya diperkirakan bernilai Rp4,7 miliar. Dipadukan dengan gaun emas rancangan Wiki Wu, penampilannya memancarkan aura kemewahan yang kuat.
Gaun tersebut menjadi simbol citra diri yang ingin ditampilkan. “Potret bangsawan modern dan kemewahan aristokrat. Pernyataan abadi tentang keindahan yang anggun,” tulis sang desainer di unggahan akun Instagramnya terkait desain gaunnya. Sentuhan akhir diberikan melalui riasan soft glam oleh Dean Sadudin yang membuat wajah Maia tampak semakin bercahaya. “Final looknya jadi kayak glow up,” ucap sang MUA di akun Instagram @maiaestiantyreal di unggahan 28 April 2026.
Lewat detail kecil seperti perhiasan, resepsi ini tidak hanya merayakan cinta dua insan, tetapi juga menghadirkan cerita tentang identitas, selera, dan ekspresi diri para tokoh yang terlibat.
@abiel