Search
Close this search box.

PLN akan Ganti Semua Meteran Listrik Konvensional Menjadi Smart Meter AMI

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengganti semua meteran listrik konvensional menjadi smart meter advanced metering infrastructure (AMI). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan tenaga listrik di Indonesia dengan sistem komunikasi digital yang lebih canggih, akurat, dan berkualitas.

Informasi tentang program ini ramai di media sosial, terutama di TikTok. Dalam salah satu video yang viral, terdengar narasi “PT PLN (Persero) akan mulai mengganti meteran listrik konvensional dengan smart meter advanced metering infrastructure atau disingkat menjadi AMI”, Selasa (12/12/2023).

Smart meter AMI disebut mampu meningkatkan kenyamanan pelanggan karena dapat mengumpulkan informasi konsumsi listrik secara otomatis. Dengan demikian, para pelanggan bisa mengetahui tagihan listrik yang berjalan hanya dengan melalui aplikasi PLN Mobile.

“Dengan smart meter AMI, pelanggan bisa memantau penggunaan listrik secara realtime melalui aplikasi PLN Mobile, tidak perlu menunggu tagihan di akhir bulan. Dengan begitu, pelanggan dapat mengendalikan penggunaan energi dan rekening tagihan listrik sesuai kebutuhan. Artinya, semua semakin mudah karena dapat dikendalikan hanya dalam satu genggaman,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Penggunaan smart meter AMI juga membuat pola layanan lebih fleksibel karena pelanggan bebas memilih layanan pascabayar atau prabayar. Selain itu, PLN dapat mempercepat recovery time apabila terjadi gangguan listrik dikarenakan dapat terdeteksi oleh sistem secara realtime.

“Oleh karena itu, kami akan melaksanakan program pembaruan kWh meter yang terpasang di rumah pelanggan menjadi smart meter AMI. Program ini gratis. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya,” jelas Darmawan.

Melalui penggunaan smart meter AMI, pembacaan meter yang sebelumnya dilakukan secara manual (door to door) oleh petugas, kini bisa dilakukan secara digital, sehingga lebih akurat serta privasi pelanggan akan lebih terjaga.

Baca Juga :  Polemik Layanan PBI JKN, Felly Soroti Penolakan Pasien dan Desak Perbaikan Sosialisasi

“Penerapan smart meter berbasis AMI ini membawa banyak manfaat. Pembacaan data meter secara real time dan dilakukan dari jarak jauh sehingga tidak diperlukan lagi pembacaan meter ke lokasi. Dengan demikian privasi pelanggan juga lebih terjaga,” papar Darmawan.

Petugas hanya akan datang ke rumah pelanggan untuk melakukan pemeliharaan atau pengecekan fisik apabila ditemukan data anomali atau gangguan pada media komunikasi dan smart meter.

Ditargetkan pada akhir tahun 2023 program ini akan dilaksanakan bagi 1.217.256 pelanggan secara bertahap dan mencakup beberapa daerah seperti di Jawa Timur (Sidoarjo), Jawa Tengah (Magelang), Jawa Barat (Bandung), Jakarta, Banten, Bali, Medan, dan Makassar mulai bulan Juni 2023.

PLN sudah memulai penelitian dan uji coba smart meter AMI ke pelanggan di sejumlah lokasi. Jumlah pelanggan yang sudah menggunakan smart meter berbasis AMI hingga saat ini sudah sebanyak 103.615 pelanggan.

@mpa

 

Baca Berita Menarik Lainnya :