VISI.NEWS | BANDUNG – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dijadwalkan menghadiri malam doa bersama di kota kecil Tumbler Ridge, British Columbia, pada Jumat (13/2), menyusul tragedi penembakan massal yang menewaskan sembilan orang dan mengguncang duka nasional. Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan wali kota setempat sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.
Dalam pernyataan resminya, kantor Perdana Menteri menyampaikan, “Atas undangan Wali Kota Tumbler Ridge, Perdana Menteri akan melakukan perjalanan ke komunitas tersebut pada 13 Februari untuk menghadiri malam doa mengenang para korban penembakan tragis pekan ini.”
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Carney telah mengundang para pemimpin partai politik lainnya untuk turut hadir dalam momen berkabung tersebut.
Insiden berdarah itu terjadi pada Selasa lalu. Kepolisian menyebut seorang remaja berusia 18 tahun, Jesse Van Rootselaar, diduga membunuh ibu dan saudara tirinya sebelum melanjutkan serangan ke sekolah setempat. Seorang guru dan lima siswa tewas dalam peristiwa tersebut. Pelaku kemudian ditemukan meninggal dunia. Hingga kini, polisi menyatakan belum menemukan motif pasti di balik aksi tersebut.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sebelumnya pernah menjalani evaluasi resmi. Polisi juga mengonfirmasi bahwa mereka pernah menyita senjata api dari rumah pelaku, namun senjata tersebut dikembalikan setelah pemiliknya mengajukan banding dan dinyatakan memenuhi ketentuan hukum. Fakta ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan senjata dan sistem penanganan kesehatan mental di wilayah tersebut.
Di berbagai sudut Tumbler Ridge, kota berpenduduk sekitar 2.400 jiwa yang berada di kawasan Pegunungan Rocky Kanada, warga terlihat meletakkan bunga dan boneka sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Suasana haru menyelimuti komunitas kecil itu yang selama ini dikenal tenang.
“Peluk anak-anak kalian erat-erat, katakan bahwa kalian mencintai mereka setiap hari. Kita tidak pernah tahu,” ujar Lance Young, ayah dari salah satu korban berusia 12 tahun, kepada wartawan dengan suara bergetar.
Anggota legislatif provinsi setempat, Larry Neufeld, mengatakan aparat masih bekerja untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Mereka bekerja sangat keras—mereka menyadari masyarakat membutuhkan informasi untuk mengisi kekosongan yang ada,” ujarnya kepada media.
Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyatakan telah menghubungi pejabat kesehatan setempat guna meminta rincian mengenai interaksi sebelumnya dengan pelaku. Pemerintah provinsi juga menetapkan Kamis sebagai hari berkabung resmi di seluruh British Columbia.
Sementara itu, Letnan Gubernur British Columbia, Wendy Cocchia, yang merupakan perwakilan pribadi King Charles III di Kanada, dijadwalkan menyampaikan pidato penghormatan bagi para korban di gedung legislatif provinsi.
Kunjungan Mark Carney ke Tumbler Ridge dipandang sebagai simbol empati pemerintah pusat terhadap komunitas yang tengah berduka, sekaligus menjadi sorotan nasional mengenai isu keamanan publik dan dukungan kesehatan mental di Kanada. @kanaya