PPKM Turun ke Level 3 Warga Solo Jangan Terbawa Euforia

Editor Sekolah swasta SD Warga Solo yang merupakan salah satu yang akan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Setelah status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Solo sempat terkunci di level 4 dan berdampak pada tertundanya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, akhirnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, mengizinkan sekolah yang telah siap memulai PTM.

Keputusan wali kota Solo tersebut, menyusul turunnya status PPKM ke level 3 mulai 31 Agustus 2021, namun dengan ketentuan-ketentuan ketat terutama terkait dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah siswa per kelas maksimal 50 persen, serta persetujuan orang tua siswa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, menjelang diberlakukan PTM wanti-wanti agar warga Kota Solo tidak terbawa euforia dalam mennyikapi penurunan PPKM ke level 3.

“Membaiknya kondisi di Kota Solo akan kita manfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena selama pandemi sektor pendidikan banyak korban. Interaksi pendidikan antara guru, murid dan orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter selama pandemi Covid-19 telah hilang. Karena itu, setelah Solo masuk level 3 jangan euforia,” kata Ahyani, seusai meluncurkan aplikasi “Buku Digital PAUD” di Megaland Solo, Rabu (1/9/2021).

Menurut ketua Satgas Covid-19 itu, Pemkot Solo akan berupaya agar kondisi Kota Solo terus membaik dengan tetap memperlakukan pembatasan di berbagai tempat keramaian yang sifatnya indoor atau di dalam gedung.
Pemkot Solo mengizinkan kegiatan keramaian dengan pembatasan jumlah pengunjung tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas gedung.

“Selain itu, ruang-ruang publik termasuk hotel harus menerapkan protokol melalui aplikasi pedulilindungi. Waktu saya masuk hotel ini belum menerapkan aplikasi pedulilindungi,” ujar Ahyani.

Sekda Pemkot Solo itu menegaskan, semua hotel di Kota Solo akan dikenakan ketentuan harus memasang aplikasi pedulilindungi untuk memudahkan proses treshing yang merupakan bagian dari 3-T, yakni treshing, testing dan treatment.

Baca Juga :  REFLEKSI | Kebaikan Itu Kemenangan

Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Solo, Etty Retnowati, yang mendampingi Ahyani, menjelaskan, pelaksanaan PTM di Kota Solo akan dilaksanakan secara bertahap.
Pada tahap pertama dalam waktu dekat ini, terdapat 2 sekolah yang siap melaksanakan PTM, yakni SMP Negeri 22 dan sebuah sekolah swasta SD Warga.

Dalam pelaksanaannya, kata Ettt, tetap dengan ketentuan siswa diizinkan orang tua, sekolah harus telah melakukan ujicoba dan jumlah siswa peserta PTM dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas per kelas.

“Seluruh SMP sudah melaksanakan ujicoba. Kalau SD baru 20-30 persen yang sudah melakukan ujicoba,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan itu menegaskan, dalam pelaksanaan PTM akan diberlakukan blended learning, yaitu sebagian belajar di sekolah secara luring dan sebagian lainnya tetap dengan pembelajaran daring di rumah.

“Semua yang mengatur sekolah. Hal ini memang akan memberatkan tugas guru, karena harus menangani daring dan tatap muka,” sambungnya sambil menambahkan, diperkirakan mulai pekan depan sudah banyak sekolah yang melaksanakan PTM.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Telat Penyaluran Bansos, Komisi VIII DPR RI Segera Panggil Himbara

Rab Sep 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Komisi VIII DPR RI berencana akan memanggil Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) terkait dengan keterlambatan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat prasejahtera dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Keterlambatan penyaluran bansos ini terungkap dari hasil kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke beberapa daerah Tanah Air. Dalam kunjungan […]