VISI.NEWS | BANDUNG – Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Banyak UKM harus menutup usahanya karena berbagai masalah, salah satunya adalah akses permodalan. Melihat situasi ini, Yayasan Digital Marketing Enthusiast Indonesia (DIMENSI) yang dipimpin oleh Menhefari atau lebih dikenal sebagai Da Ef, mengambil inisiatif untuk membantu pelaku UKM menghadapi tantangan tersebut.
Pada Agustus 2021, Yayasan DIMENSI secara resmi meluncurkan program BPMTB (Bantuan Pinjaman Modal Tanpa Bunga). Program ini lahir dari keprihatinan para anggota yayasan terhadap nasib para pelaku UKM yang sulit mengakses modal untuk mempertahankan usaha mereka. Inisiatif ini tidak hanya melibatkan pihak yayasan, tetapi juga dukungan dari berbagai tokoh penting seperti Mayor Jenderal TNI Arkamelvi Karmani, yang merupakan Staf Khusus Kasad dan pelindung yayasan, serta Bapak Wientor Rahmada, Direktur Utama SMESCO Indonesia, yang juga menjadi pembina yayasan.
Pandemi COVID-19 membawa gelombang besar yang menghantam sektor UKM. Usaha-usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah terpukul keras. Banyak dari mereka kesulitan mempertahankan arus kas dan daya saing di pasar akibat terbatasnya akses ke sumber modal. Kondisi ini mendorong Yayasan DIMENSI untuk bertindak, terutama karena yayasan ini terdiri dari para internet marketer yang paham betul pentingnya keberlangsungan UKM dalam ekosistem bisnis lokal.
Dalam sebuah diskusi bersama Mayor Jenderal Arkamelvi Karmani dan Bapak Wientor Rahmada, disepakati untuk meluncurkan BPMTB, sebuah program inovatif yang memberikan pinjaman modal kepada UKM tanpa bunga. Tujuan utama program ini adalah membantu para pelaku usaha kecil yang mengalami kesulitan modal tanpa terbebani oleh bunga pinjaman.
Setelah berjalan selama empat tahun, Program BPMTB terbukti sukses memberikan bantuan nyata kepada para UKM di daerah Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Bogor. Hingga saat ini, lebih dari 100 UKM telah menerima manfaat dari program ini. Para penerima bantuan modal dapat menggunakannya untuk mempertahankan bisnis mereka atau bahkan mengembangkannya di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Dalam keterangannya di media sosial, Menhefari menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan program ini. “Alhamdulillah, sekarang memasuki tahun keempat, program BPMTB masih berjalan dengan lancar. Kami berharap bisa terus membantu lebih banyak UKM di masa depan,” ujar Menhefari.
Program BPMTB tidak hanya berjalan berkat dukungan yayasan saja, tetapi juga hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Yayasan DIMENSI mengapresiasi peran aktif para pengurus yayasan, di antaranya Lukas Atmodjo, Lanjar Setiawan, Iman Hartani, Wonojatun, Sapto Aribbowo, Abid Muh Nur, Vhino Alfadani, Adi Suhendra, dan Ade Suhendri yang bekerja keras untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Selain itu, LOOPS.ID, salah satu perusahaan digital di Indonesia, menjadi donatur tetap yang mendukung pendanaan program ini setiap bulannya. Keberadaan donatur tetap ini memungkinkan yayasan untuk terus menyalurkan pinjaman modal tanpa bunga kepada UKM yang membutuhkan. Yanto Iqbal juga turut berperan sebagai pengawas yang memastikan bantuan tersebut disalurkan dengan transparan dan tepat guna.
Program BPMTB menjadi salah satu bukti nyata bagaimana komunitas internet marketer di Indonesia dapat berkontribusi langsung terhadap pemulihan ekonomi lokal, khususnya melalui pemberdayaan UKM. Dengan bantuan ini, UKM tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang meski di tengah tantangan besar.
Menhefari berharap bahwa program BPMTB dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak UKM di berbagai daerah. Kolaborasi yang solid antara yayasan, tokoh-tokoh penting, serta para donatur menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Semoga BPMTB dapat terus menjadi jembatan antara UKM dan akses permodalan yang lebih baik, sehingga mereka bisa tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” pungkas Menhefari.
@alfa