VISI.NEWS | SUKABUMI – Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Kabupaten Sukabumi Asep Kurnadi menuturkan kasus positif rabies pada hewan di Kabupaten Sukabumi terakhir terjadi di Kecamatan Nyalindung serta Kecamatan Cikembar pada 2018 silam.
Setelah itu, Dinas Peternakan melakukan pencegahan rabies secara masif bersamaan dengan dibentuknya Kader Siaga Rabies (Kasira) bersama FKH IPB.
Kasira merupakan lembaga non formal yang dibentuk di setiap desa dengan melibatkan peran aktif masyarakat lokal yang terdiri dari berbagai unsur yaitu petugas puskesmas, petugas kesehatan hewan, kader posyandu, pemburu, babinsa serta bhabinkamtibmas.
“Alhamdulillah sampai hari ini masuk tahun ke 6 Kabupaten Sukabumi nol kasus positif rabies pada hewan,” kata Asep, Kamis (3/10/2024).
Asep menuturkan Kasira ini memiliki tugas mengedukasi mengenai rabies, seperti tentang bahaya lalu membantu petugas dari dinas dalam pelaksanaan vaksinasi. Dalam hal ini, Kasira merupakan tim supporting dinas pengendalian kasus rabies.
Sehingga Kasira bersama Dinas Peternakan terus menguatkan edukasi terhadap masyarakat terutama anak-anak usia PAUD, TK hingga Sekolah Dasar.
“Kenapa PAUD TK SD sebagai sasaran, karena 60 persen korban gigitan hewan penular rabies itu adalah anak sekolah. Jadi kita edukasi supaya mereka tahu bagaimana bahayanya rabies. Yang diharapkan dari edukasi itu timbul kesadaran kemudian barulah vaksinasi. Inilah upaya-upaya yang kami lakukan untuk mengendalikan rabies di Kabupaten Sukabumi dan sampai saat ini kita nol positif rabies,” kata Asep.
Menurut dia, Kasira yang lahir di Kabupaten Sukabumi sekarang menjadi pilot project tingkat nasional untuk pengendalian rabies di provinsi lain, adapun yang sudah berjalan itu Bali, NTB, NTT dan Kalimantan.
“Kini kader siaga rabies menjadi kader zoonosis karena sekarang tidak hanya rabies, ada flu burung serta lainnya makanya kita rubah supaya cakupannya lebih luas. Sehingga lebih banyak lagi bisa diedukasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
@andri











