Search
Close this search box.

PSBB Jakarta Berdampak bagi Pariwisata Kab. Bandung

Kepala Disparpud Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha saat acara 'Ngawangkong Bari Ngopi' di Halaman Kantor Disparpud, Jumat (18/9)./visi.news/yusup supriatna

Bagikan :

VISI.NEWS – Dengan diberlakukannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, bakal berdampak terhadap aktivitas pariwisata Kabupaten Bandung karena sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Kabupaten Bandung berasal dari ibu kota.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha saat ditemui usai acara “Ngawangkong” di Kantor Disparbud Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/9).

“PSBB Jakarta, jelas bakal berdampak terhadap pariwisata kita karena wisatawan sebagian besar dari Jakarta. Apalagi Gubernur Jakarta sudah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tidak bepergian ke daerah Jawa Barat,” ucap Yosep.

Kata Yosep, imbauan dari Gubernur tersebut, salah satunya yakni ke Kabupaten Bandung. Kata ia, mungkin ini berupa imbauan dalam kerangka menjaga keamanan dalam aspek kesehatan.

Sambung Yosep, namun ia percaya orang sehat dari mana pun nanti yang akan datang untuk berwisata akan berdatangan. Apalagi, tempat wisata tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan ditata dengan baik.

“Saya optimistis wisatawan akan tetap datang karena beberapa tempat pariwisata di Kabupaten Bandung sudah menerapkan protokol kesehatan dan ditata dengan baik,” jelasnya.

Yosep menambahkan, tingkat kunjungan wisatawan di masa new normal sangat tinggi. Kata ia, salah satunya yang diamati adalah Situ Cileunca di Kecamatan Pengalengan.

“Tingkat kunjungan pada akhir pekan di masa pandemi Covid-19 ini bisa meningkat sampai 3.000 pengunjung. Padahal di masa normal, tingkat kunjungan hanya sekitar 1.000-an,” tuturnya.

Lanjut Yosep, tidak hanya akhir pekan, kunjungan pada hari biasa juga mengalami kenaikan. Hal itu kata ia karena anak-anak dan keluarga memiliki banyak waktu luang lantaran tidak sekolah secara tatap muka.

“Mereka mengisi kekosongan dengan berwisata, meski bukan dalam konteks liburan walaupun di hari-hari biasa wisatawan banyak yang datang,” jelasnya.

Baca Juga :  Alat Berat Dikerahkan Tangani Longsor Timbun Jalan Cianaga Sukabumi

Lebih jauh Yosep mengatakan, pihaknya tidak akan melihat asal wisatawan dari daerah zona apa pun. Kata ia, sepanjang wisatawan tersebut sehat, dan menerapkan protokol kesehatan maka diperbolehkan untuk berwisata di Kabupaten Bandung.

“Kita lepaskan zona (zona daerah Covid-19), sepanjang orang itu sehat dan disiplin, boleh (berkunjung),” katanya.

Terkait sertifkasi destinasi wisata, kata Yosep, itu sedang dalam kajian. Yang jelas pihaknya akan memberikan surat keterangan terkait destinasi ini jika sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Sesegara mungkin petugas akan langsung ke lapangan. Saat ini, sedang dalam pembagian tugas,” pungkasnya. @yus

Baca Berita Menarik Lainnya :