Puluhan Wartawan dari PWI dan IJTI Ikuti Pra-UKW

Editor :
Dua penguji tengah menyampaikan materi seputar jurnalistik pada pra-UKW dan UKJ, Minggu (23/8)./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

– “Silakan manfaatkan pra-UKW dan UKJ ini. Pra- UKW bukan untuk main-main, tapi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena ini sebagai simulasi untuk UKW dan UKJ,” kata Syafrin.

VISI.NEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung dan Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) Bandung Raya menggelar Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ).

Pra-UKW dan UKJ digelar sebagai simulasi sebelum pelaksanaan UKW/UKJ yang rencananya akan diselenggarakan PWI Kabupaten Bandung dan IJTI Bandung Raya pada 26-27 Agustus 2020, di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Pra-UKW berlangsung di Taman Love, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8) siang.

Hadir dalam kegiatan itu Penangung Jawab UKW yang juga Pengurus PWI Jawa Barat, Muhammad Syafrin Zaini dan H. Agus Dinar, dua orang penguji Ati Surpiatin dan  Heri Kurniawan, Ketua PWI Kabupaten Bandung H Rahmat Sudarmaji dan Ketua IJTI Bandung Raya, Rezytia Prasaja.

Pra-UKW dan UKJ yang diikuti sekitar 25 orang peserta, merupakan anggota PWI Kabupaten Bandung, IJTI Bandung Raya, dan PWI Sukabumi, baik media cetak, eleltronik (radio/TV), maupun online. 

Dalam pra-UKW dan UKJ peserta diberi simulasi materi tentang kode etik jurnalistik, undang-undang pers, jejaring sosial, dan praktik penulisan berita.

Penanggung Jawab UKW/PWI Jawa Barat, Muhammad Syafrin Zaini, dalam sambuatan pembukaannya menyampaikan bahwa UKW sudah menjadi kewajiban bagi wartawan sesuai ketentuan  yang diikeluarkan Dewan Pers.

Syafrin mengimbau para peserta UKW dan UKJ agar dua hari sebelum pelaksanaan UKW harus sudah melengkapi persyaratan. Misalnya ada persyaratan badan hukum atau legalitas media, itu merupakan salah satu prasyarat dalam lolos tidaknya peserta UKW.

“Silakan manfaatkan pra-UKW dan UKJ ini. Pra- UKW bukan untuk main-main, tapi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena ini sebagai simulasi untuk UKW dan UKJ,” kata Syafrin dalam paparan singkatnya.

Baca Juga :  MDI Kutuk Bom di Katedral Makassar

Sementara menurut penguji yang juga Pengurus PWI Jawa Barat, Ati Supriatin, pelaksanaan UKW saat ini dilakukan lebih selektif, khususnya dalam kelengkapan persyaratan bagi peserta UKW/UKJ. 

“14 hari sebelum ujian dilaksanakan persyaratan peserta harus masuk. Misalnya saja di beberapa tempat, besok mau ujian peserta terpaksa dicoret karena tidak memenuhi persyaratan,” ucap Ati. 

Ati mengatakan, UKW ada tiga tingkatan, yaitu tingkat muda, madya, dan utama. Untuk peserta yang akan ikut UKW harus sudah menjadi wartawan minimal satu tahun. 

“Sekarang untuk UKW itu harus dari awal, dilakukan secara berjejang, mulai tingkat muda, madya, dan utama. Terakhir saya menguji peserta UKW dari PWI di Karawang untuk tingkat muda dan madya. Untuk yang sekarang di Kabupaten Bandung ada lima kelas, semua untuk tingkat muda dan pesertanya dari semua wartawan, baik media cetak, elektronik, maupun online,” katanya.

Ati menyampaikan, materi uji kompetensi ada 10 mata uji. Di antaranya pedoman berita ranah anak menjadi salah satu mata uji, selain kode etik jurnalistik dan tentang Undang-Undang Pers.

Sedangkan penguji lainnya Heri Kurniawan dari IJTI Pusat, dalam paparan pra-UKW dan UKJ itu menekankan kaitan pers TV yang lebih spesialis dalam uji kompetensi jurnalistik tersebut. Dia juga memaparkan materi uji tentang kode etik jurnalistik, Undang-Undang Pers, teknis penayangan, dan penulisan berita khusus media TV. 

“UKW ini bukan lulus atau tidaknya, tapi seorang wartawan itu bekompeten atau tidaknya, dalam UKW ini diukur nilai kompetensinya, bila nilainya di atas rata-rata 70, maka peserta itu sudah kompeten,” kata Heri.@pih

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

25 Wartawan Ikuti Persiapan UKW di Taman Love Sadu

Ming Agu 23 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Salah seoarang Juri Simulasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Hj. Eti Supriatin, memberikan pengarahan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut yang diikuti 25 orang wartawan dari Organisasi PWI dan IJTI Kabupaten Bandung, Minggu (23/8/2020). Eti menjelaskan kepada semua peserta agar tidak ceroboh saat UKW. Karena kegiatan ini bisa dikatakan mudah […]