VISI.NEWS | BANDUNG – Seperti diketahui, sepanjang bulan Januari 2025 ini, sebagian wilayah di Indonesia sering diguyur hujan.
Beberapa wilayah bahkan ada yang mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat, angin kencang, dan petir.
Sebagai antisipasi cuaca ekstrem seperti musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menganalisis mengenai prakiraan puncak musim hujan di tahun 2025. Berikut penjelasannya.
Puncak musim hujan 2025
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, puncak musim hujan di Indonesia diprediksi berlangsung dari akhir bulan Januari 2025 sampai Februari 2025.
“Umumnya akhir Januari sampai awal Februari (2025),” ujar Ardhasena atau Sena, Senin (13/1/2025).
Pada periode tersebut, wilayah Indonesia yang sudah memasuki zona musim sebanyak 35,77 %.
Angka tersebut lebih kecil ketimbang wilayah yang masuk puncak musim hujan pada bulan November-Desember 2024 sebesar 43%.
Sena menjelaskan, ada beberapa tanda-tanda saat memasuki puncak musim hujan, seperti wilayah konversi angin Intertropical Convergence Zone (ITCZ), hujan berturut-turut dengan intensitas tinggi, dan turunnya hujan di pagi hari.
“Wilayah konversi angin ITCZ berada di sekitar Jawa, hujan berturut-turut dengan intensitas tinggi, terjadi hujan pagi hari,” ucapnya.
Ia menambahkan, pada puncak musim hujan, wilayah yang akan mengalami terlebih dulu, yakni:
– Sumatera Selatan
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
Wilayah yang masuk puncak musim hujan
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyampaikan, sejumlah wilayah yang bakal memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari 2025 hingga Februari 2025.
Berikut rinciannya puncak musim hujan Januari 2025:
Wilayah-wilayah yang memasuki puncak musim hujan pada Januari 2025, yaitu:
– Sebagian Bengkulu
– Sumatera Selatan
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Bali
– NTB
– NTT
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Utara
– Gorontalo
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Selatan
– Maluku
– Papua barat daya
– Papua Barat
– Papua Tengah
– Papua
– Papua Pegunungan
– Papua Selatan
– Puncak musim hujan Februari 2025:
Sementara, wilayah-wilayah yang memasuki puncak musim hujan pada Februari 2025, yakni:
– Sebagian kecil wilayah Jawa Barat.
– Sebagian kecil wilayah Jawa Tengah.
– Sebagian kecil wilayah Jawa Timur.
– Sebagian wilayah Sulawesi.
– Sebagian wilayah Maluku.
– Sebagian wilayah Papua.
– Sebagian wilayah Papua Pegunungan.
– Sebagian wilayah Papua Selatan.
Antisipasi saat puncak musim hujan
Puncak musim hujan sering kali membawa risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Oleh karena itu, antisipasi dini sangat penting untuk meminimalkan dampak negatifnya.
Sena memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri saat tiba puncak musim hujan.
“Tindakan yang diperlukan untuk mengantisipasi puncak musim hujan, (seperti) memastikan drainase berfungsi baik,” ujarnya.
Imbauan lain yang direkomendasikan, seperti:
– Mempersiapkan infrastruktur SDA yang dapat menyimpan air untuk digunakan saat musim kemarau.
– Mengantisipasi dampak dari ancaman yang dapat berdampak, seperti banjir dan tanah longsor.
– Mengantisipasi penyakit water borne dan vector borne disease, misalnya kolera dan disentri.
@desi