Search
Close this search box.

Queen Pertimbangkan Konser Hologram Hadirkan Kembali Freddie Mercury

Ilustrasi Fredie Mercury dan Brian May. /visi.news/gemini

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Grup rock legendaris Queen tengah mempertimbangkan langkah besar: menghadirkan kembali Freddie Mercury ke atas panggung melalui teknologi hologram dan kecerdasan buatan. Rencana ini muncul setelah kesuksesan besar konser hologram ABBA yang telah disaksikan jutaan orang sejak 2022. Kini, Queen berpotensi membawa konsep itu satu langkah lebih jauh.

Gitaris Queen, Sir Brian May, 78 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan drummer Roger Taylor tengah mengeksplorasi cara untuk menciptakan kembali formasi asli Queen—Freddie Mercury, John Deacon, Brian May, dan Roger Taylor—dalam sebuah pertunjukan imersif. “Freddie masih hidup melalui musik yang kita dengarkan setiap hari,” ujar Brian dalam wawancara dengan Big Issue, dikutip dari Daily Mail, Senin (24/11/2025).

Menurut Brian, bukan hanya Freddie yang dapat “dihadirkan kembali”, tetapi juga John Deacon, basis Queen yang pensiun sejak 1997. “Dalam arti tertentu, John masih bersama kami. Tapi sekarang ada begitu banyak peluang baru. Dengan teknologi imersif seperti arena Sphere di Las Vegas, kita bisa memberi pengalaman kepada penonton tentang seperti apa rasanya ketika kami tampil sebagai Freddie, John, Brian, dan Roger. Itu sangat menarik bagi saya,” katanya.

Brian menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar menayangkan cuplikan lama konser Queen. “Ini bukan hanya memainkan rekaman lama. Ini akan menghadirkan Queen seolah-olah kami menciptakannya hari ini. Saya tertarik dengan gagasan bahwa kami bisa menjadi Queen yang asli lagi,” ujarnya.

Spekulasi soal konser hologram Queen semakin kuat sejak perusahaan yang mengelola katalog musik Freddie Mercury mengajukan merek dagang untuk nama Mercury dalam format 3D dan Virtual Reality (VR). Saat itu perwakilan band mengatakan mereka belum dapat memberikan pernyataan, tetapi rumor terus berkembang.

Baca Juga :  Beckham Putra Nilai Persaingan Juara Tantangan Tim

Roger Taylor, 76 tahun, juga melihat peluang besar dari teknologi terbaru. Menurutnya, kemajuan teknologi sejak dimulainya proyek ABBA Voyage membuat pertunjukan hologram Queen lebih mungkin terwujud. “Teknologinya sudah jauh lebih maju. Banyak hal yang kini bisa dilakukan,” ujarnya. Taylor yakin Freddie akan “senang” melihat karya Queen masih relevan hingga kini.

Meski Brian dan Roger masih aktif tampil, mereka menyadari waktu terus berjalan. “Kami belum selesai. Kami masih bisa bermain, tapi kami juga semakin tua. Jadi kami melihat semua opsi, terutama dengan teknologi luar biasa yang berubah setiap hari,” kata Taylor.

Queen dikenal sebagai salah satu band paling berpengaruh di dunia dengan enam single nomor satu di Inggris dan sepuluh album nomor satu. Lagu-lagu seperti Bohemian Rhapsody dan We Are The Champions tetap menjadi anthem lintas generasi dan terus diputar di seluruh dunia.

Sementara itu, konser hologram ABBA Voyage telah berjalan sejak 2022 dan telah disaksikan lebih dari tiga juta orang di London. Kesuksesan itu menjadi bukti bahwa konser imersif berbasis avatar kini menjadi babak baru dalam industri musik—dan Queen tampaknya siap membuka gerbang berikutnya.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :