Search
Close this search box.

Ramayana: Dari Toko Kecil hingga Raksasa Ritel Pakaian di Indonesia

Ilustrasi ramayana./visi.news/bareksa.com

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Ramayana telah menjadi salah satu perusahaan ritel pakaian terkemuka di Indonesia, berhasil bersaing dengan Matahari yang telah ada sejak tahun 1960-an. Didirikan pada tahun 1978 di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, oleh Paulus Tumewu dan Hari Darmawan, Ramayana memulai usahanya sebagai toko pakaian biasa.

Paulus Tumewu, yang belajar bisnis dari toko kelontong keluarganya di Makassar, pindah ke Jakarta setelah menikah dengan Tan Lee Chuan, adik dari Eddy Tansil. Ramayana dimulai sebagai Ramayana Fashion Store dan kemudian berkembang menjadi department store yang dikenal dengan fokus pada segmen menengah ke bawah.

Sejak tahun 1985, Ramayana mulai membuka cabang di Bandung dan memperluas penjualannya untuk mencakup tas, sepatu, dan aksesori. Dalam waktu empat tahun, mereka telah memiliki 13 toko dengan sekitar 2.500 karyawan pada tahun 1989.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak 1996 dengan kode RALS, terus berkembang dengan lebih dari 103 gerai di 40 kota besar di Indonesia. Namun, perusahaan ini mengalami penurunan pendapatan pada tahun 2005, dengan keuntungan bersih mencapai Rp 302 miliar dan omzet penjualan Rp 4,3 triliun.

Meski mengalami tantangan, Paulus Tumewu pernah masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes pada tahun 2006 dengan kekayaan mencapai US$ 440 juta (sekitar Rp 3,96 triliun). Hingga kini, Ramayana mengoperasikan lebih dari 900.000 m² ruang ritel, dengan Paulus Tumewu masih menjabat sebagai Komisaris Utama. Saat ini, sekitar 55,88% saham Ramayana dimiliki oleh Ramayana Makmur Sentosa, dan 3,66% dipegang langsung oleh Paulus Tumewu. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :