Search
Close this search box.

RevBits Zero Trust Network Memperkuat Keamanan Jaringan dan Melindungi Aset Digital

Ilustrasi. /revbits.com

Bagikan :

  • Melindungi dan mengantisipasi kebutuhan akses perusahaan dengan keamanan perimeter yang lebih luas pada seluruh endpointR. 
  • RevBits PAM dan ZTN mencakup visibilitas dan analisis terpadu. 

VISI.NEWS | MINEOLA NY – RevBits, penyedia perangkat lunak yang mewujudkan pertahanan siber 360 derajat, hari ini mengumumkan ketersediaan RevBits Zero Trust Network (ZTN). RevBits ZTN adalah aplikasi jenis thin-client yang menyediakan akses autentik terhadap berbagai aplikasi, layanan, dan data bagi pengguna dan perangkat jarak jauh, didukung keamanan jaringan yang lengkap.

Tenaga kerja yang bekerja jarak jauh dan akses pihak ketiga menambah risiko keamanan bagi dunia usaha. Dengan memindahkan proteksi jaringan ke endpoint, RevBits ZTN mengisolasi dan melindungi aset-aset internal, tanpa menerapkan segmentasi jaringan secara rumit. Mendukung postur keamanan bawaan yang bersifat no-trust, RevBits ZTN menyediakan keamanan data in-transit melalui enkripsi, akses yang aman terhadap aplikasi dan layanan, serta keamanan jaringan melalui autentikasi pengguna dan perangkat.

“Ketika tingkat risiko bagi kalangan perusahaan semakin tinggi, keamanan siber dan kontrol perimeter harus dilakukan,” ujar David Schiffer, CEO, RevBits dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (5/10/2021).

“Enkripsi data bagi pengguna jarak jauh lewat VPN tidak lagi memadai untuk melengkapi keamanan jaringan; organisasi harus menerapkan postur bawaan yang bersifat no-trust.”

Dengan mengandalkan inovasi teknologi dari access management marketplace, dan RevBits Privileged Access Management (PAM) yang telah meraih penghargaan, RevBits ZTN memperluas manajemen dan kontrol akses hingga ke jenjang pengguna individual, dilengkapi visibilitas dan analisis terpadu, dari satu vendor tunggal.

Virtual Private Networks (VPN) telah menjadi perangkat keamanan utama bagi akses jarak jauh. Namun, proteksi VPN hanya berfungsi sebagai perimeter jaringan sehingga jaringan internal tetap rentan terserang. VPN menyediakan jenjang proteksi dengan melakukan enkripsi data yang tengah disimpan dan penyamaran data (obfuscation). Meski demikian, VPN tidak mengautentikasi pengguna atau perangkat mereka. Akibatnya, jaringan masih dapat diserang jika identitas pengguna VPN dicuri.

Baca Juga :  Prediksi Bhayangkara FC vs Persib: Susunan Pemain, Head to Head

RevBits ZTN menyediakan keamanan data dengan enkripsi dan kontrol akses granular atas aset-aset digital. Hal ini terwujud dengan mengautentikasi seluruh pengguna dan perangkat. “Berdasarkan arsitektur unik dan teknologi kami yang tengah menunggu pendaftaran hak paten, RevBits ZTN menyediakan proteksi terbaik,” kata Mucteba Celik, CTO, RevBits.

“Dengan menggabungkan prinsip-prinsip proteksi dari solusi PAM, RevBits ZTN menyediakan enkripsi data, penyamaran data secara lengkap, kontrol akses pengguna dan mesin secara granular, serta pemantauan yang melindungi infrastruktur digital.”

Ringkasan fitur RevBits ZTN

Proxy server terletak di 24 wilayah kerja distributed cloud di seluruh dunia yang mewujudkan koneksi cepat, aman, dan peningkatan skala secara otomatis.

Berbagai pilihan autentikasi pengguna, termasuk pemindaian sidik jari (fingerprint), pemindaian wajah (facial recognition), YubiKey, SAML, MFA, dan lain-lain.
Mengendalikan setiap aspek dari sesi penggunaan jarak jauh, termasuk pemantauan, analisis, rekaman, dan killing session dengan satu klik.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :