Salut! Kehadiran ASN Pemkab Bandung Mencapai 97% Usai Cuti Bersama

Editor Pj. Sekda Kabupaten Bandung, H. A. Tisna Umaran, (tengah) saat melakukan monitoring kehadiran ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung di hari pertama kerja, Senin (4/1/2021)./visi.news/yusup supriatna
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di hari pertama kerja tahun 2021, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bandung berkisar antara 95% hingga 97%. Hal itu terungkap dalam monitoring uji petik yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung di sejumlah perkantoran Perangkat Daerah (PD).

“Jadi, hari ini sengaja kita dengan tim BKPSDM monitoring beberapa PD yang terkait dengan pelayanan. Termasuk kita juga mengontrol kondisi kesehatan dari rekan-rekan ASN,” ungkap Pejabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran, di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung, di Soreang, Senin (4/1/2021).

Dari hasil pantauannya, beberapa PD menerapkan mekanisme Work From Home (WFH) secara bervariasi. Hal itu dilakukan guna menghindari risiko penyebaran virus corona di lingkungan perkantoran.

“Jadi kita evaluasi, beberapa PD menyesuaikan dengan keadaan. Saat ada pegawainya terindikasi positif, maka diberlakukan WFH antara 30% sampai 50% jumlah pegawai, itu alasan pertama. Keduanya, karena beban pekerjaan pada bulan Januari tidak terlalu padat. Untuk itu, kita menyarankan kepada rekan-rekan yang hasil tesnya positif maupun yang satu ruangan dengan yang terkena, untuk melakukan WFH,” jelas Tisna.

Namun demikian, ia menyatakan bahwa penerapan WFH tidak berpengaruh terhadap fungsi pelayanan publik. “Pelayanan masih tetap berjalan, baik secara online maupun offline. Kepada rekan-rekan ASN, tolong taati Protokol Kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, menjelaskan, monitoring uji petik dilakukan antara lain di Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Adanya pegawai yang tidak hadir, imbuh Wawan, disertai keterangan sakit dan WFH atas rujukan.

Baca Juga :  SKETSA | Jouhatsu

“Baik itu dinyatakan positif, maupun rentan terhadap penyakit. Artinya, ada kondisi-kondisi yang memaksa dia tidak bisa masuk di hari kerja pertama setelah melaksanakan cuti bersama ini,” terang Wawan.

Menyinggung terkait mekanisme WFH, ujarnya, disesuaikan dengan situasi kondisi suatu wilayah. Bila zona penyebaran Covid-19 berada pada level tinggi, maka pegawai yang melaksanakan WFH akan semakin banyak.

“Kalau level rendah hingga sedang, WFH paling banyak hingga 50% jumlah pegawai. Tapi bila tingkat pemaparan di suatu PD cukup mengkhawatirkan, ya di-lockdown saja,” tegasnya.

Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, tutur Wawan, tidak berada dalam satu gedung, sehingga mekanisme lockdown bisa diterapkan secara parsial atau sebagian. “Misalnya, pegawai di PD A banyak yang terkena Covid, ya PD itu saja yang di-lockdown-kan. Mudah-mudahan dengan kebijakan Pemerintah berkaitan dengan Covid ini, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” harapnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

HIDAYAH: Diskusi Islam dengan Tukang Pizza, Komedian AS Mualaf

Sen Jan 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Komedian papan atas Amerika Serikat, Dave Chappelle, mengungkapkan momen yang menyebabkannya memeluk Islam. Dia juga menceritakan pengalamannya di sumur Zamzam di Arab Saudi dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Chappelle (47 tahun) ditanyai tentang menjadi seorang muslim oleh pembawa acara bincang-bincang terkemuka David Letterman di acara Netflix barunya […]