Sambung Listrik ke Negeri di Atas Awan, PLN Dukung Peningkatan Kesejahteraan 525 Keluarga

Editor PLN melakukan penyalaan listrik di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). /visi.news/ist
Silahkan bagikan
  • Upaya penyambungan aliran listrik ke Desa Fatuulan begitu menantang. Petugas PLN harus menempuh jarak tempuh 6 jam. Mengingat desa ini berada di ketinggian 1.800 mdpl dengan medan terjal naik turun.

VISI.NEWS | KUPANG – PT PLN (Persero) terus melakukan penyambungan listrik di daerah-daerah terpencil untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Kali ini, menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, PLN melakukan penyalaan listrik di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Penyalaan listrik secara simbolis dilakukan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko bersama Bupati TTS Egusem Piether Tahun.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko mengatakan, upaya menyambungkan aliran listrik ke daerah ini begitu menantang. Penyambungan listrik di Desa Fatuulan langsung dinikmati oleh 525 kepala keluarga (KK).

Melistriki desa khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) cenderung sulit, karena jarak yang ditempuh untuk sampai di desa ini memerlukan waktu 6 jam. Di sisi lain, Desa Fatuulan berada di ketinggian 1.800 mdpl dengan medan terjal naik turun.

Hanya saja, letih petugas PLN terbayarkan dengan pesona alam Desa Fatuulan yang indah. Tak salah, daerah ini sering disebut negeri di atas awan.

“Kabupaten Timor Tengah Selatan ini untuk KK yang sudah berlistrik baru sekitar 101 ribu dari total 143 ribu, jadi masih ada 42 ribu KK/rumah yang belum menikmati listrik,” ujarnya.

Agustinus berharap dengan adanya penyambungan listrik ini, dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di TTS. Dengan adanya penyambungan listrik, masyarakat akan semakin sejahtera, produktif, dan ujungnya mampu meningkatkan perekonomian desa.

Baca Juga :  SABA DESA | HUT ke-49 Desa Tangkolo Kab. Kuningan Dihadiri Bupati

Pada kesempatan yang sama, Bupati TTS Egusem Piether Tahun mengapresiasi perhatian PLN di Kabupaten TTS. Pasalnya, di wilayah ini masih ada 42 ribu KK yang belum menikmati listrik.

“Harapan saya, penyambungan listrik ini dapat mendorong masyarakat meningkatkan taraf hidupnya dengan menggunakan listrik dari PLN,” ujarnya.

Egusem juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan listrik. Apabila ada gangguan listrik, masyarakat diminta segera melaporkannya ke PLN.

“Tolong bapak mama yang memiliki pohon yang dekat atau kena jaringan jangan dilakukan pemotongan sendiri, harus melaporkan ke PLN agar tim PLN yang memotongnya dan seluruh warga juga harus mengijinkan kabel listrik lewat,” tambahnya.

Sementara itu, Matheos, warga Desa Fatuulan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PLN.

“Baru beberapa hari ini listrik sudah menyala dan saya sangat merasa senang. Saya 18 tahun di Kupang dan sekarang tinggal di kampung halaman selama 52 tahun akhirnya menikmati listrik,” ucapnya.

Berdasarkan data PLN, dalam upaya menyambungkan listrik di Desa Fatuulan, PLN melakukan sejumlah investasi senilai Rp 5 miliar.

Dana itu dialokasikan untuk pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,82 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 15,92 kms, dan 4 buah gardu dengan total 200 kiloVolt Ampere (kVA).

Dalam 1 tahun terakhir, Rasio Elektrifikasi di NTT khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan meningkat sebanyak  1,77 persen, dari 68,85 persen, menjadi 70,62 persen.

Adapun, RE Provinsi NTT meningkat menjadi 88,96 persen dari yang sebelumnya 87,62 persen.

PLN terus berkomitmen untuk mewujudkan energi yang berkeadilan bagi seluruh pelosok negeri terutama di daerah yang tergolong daerah 3T.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sembilan Anggota Ahwa Ditentukan oleh Usulan Peserta Muktamar NU

Rab Des 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | LAMPUNG – Pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Hal tersebut berdasarkan Anggaran Rumah Tangga Pasal 40 Ayat 1 Hasil Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 di Jombang. Sembilan anggota Ahwa tersebut diusulkan oleh […]