- Ajang edisi keenam ini berlangsung 22–30 April 2026 dan diposisikan bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga etalase ambisi besar Tiongkok menjadikan Hainan sebagai pusat sport tourism dan gerbang global di bawah skema Hainan Free Trade Port.
VISI.NEWS | BANDUNG – Sanya, kota pesisir di Provinsi Hainan, resmi membuka tirai Asian Beach Games dengan seremoni spektakuler bertajuk A Sky-Ocean Meeting, pekan kemarin. Di tengah hamparan pasir, laut, dan pohon kelapa, ajang olahraga pantai terbesar di Asia itu dibuka megah dengan menghadirkan atlet dari 45 negara dan kawasan, menandai dimulainya pesta olahraga yang diklaim paling inovatif sepanjang sejarah Asian Beach Games.
Tak seperti seremoni pembukaan olahraga pada umumnya yang digelar di stadion tertutup, Sanya justru menjadikan alam sebagai panggung utama. Laut menjadi latar, pantai menjadi arena pertunjukan, sementara teknologi visual digital dipadukan dengan panorama alami, menciptakan pembukaan yang disebut banyak pihak sebagai redefinisi seremoni olahraga modern.
Ajang edisi keenam ini berlangsung 22–30 April 2026 dan diposisikan bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga etalase ambisi besar Tiongkok menjadikan Hainan sebagai pusat sport tourism dan gerbang global di bawah skema Hainan Free Trade Port.
Penyelenggara menyebut kesuksesan pesta olahraga ini dimulai bahkan sejak kedatangan para tamu. Berkat kebijakan kawasan perdagangan bebas Hainan, prosedur imigrasi dipangkas lebih efisien. Banyak delegasi memuji pengalaman masuk yang cepat dan mulus, termasuk jurnalis senior asal Slovenia yang menyebutnya salah satu proses perbatasan paling efisien yang pernah ia alami.
Namun daya tarik utama bukan hanya soal penyambutan. Sanya memamerkan konsep venue pesisir “pearls-on-a-string”, tata arena sepanjang garis pantai yang menghubungkan berbagai lokasi pertandingan menjadi satu pengalaman olahraga dan wisata terpadu.
Seluruh venue dibangun atau diperbarui dengan standar hijau, menegaskan komitmen keberlanjutan. Tak kurang dari 22 hotel resmi disiapkan, lebih dari 1.000 kendaraan energi baru dikerahkan, serta sekitar 4.700 relawan diterjunkan mendukung operasional pesta olahraga ini.
Untuk media internasional, pusat media utama menghadirkan layanan satu pintu bagi lebih dari 1.000 jurnalis dari dalam dan luar negeri, memperlihatkan skala global ajang ini.
Karena banyak cabang berlangsung di pantai dan laut, kesiapan medis menjadi sorotan serius. Sanya membangun sistem tanggap darurat 30 menit yang mencakup 71 pos medis lapangan, ratusan tenaga kesehatan, serta puluhan ambulans untuk menjamin keselamatan atlet dan penonton.
Di balik gemerlap kompetisi, pembukaan Asian Beach Games juga sarat simbol budaya. Maskot “Ya Ya”, rusa Eld yang menjadi ikon lokal Hainan, tampil dominan sebagai penghubung masa lalu dan masa depan kota itu.
Pertunjukan seni juga memadukan budaya lokal Hainan, semangat olahraga Asia, dan visi masa depan kawasan perdagangan bebas. Teknologi ramah lingkungan dan pencitraan virtual menambah dimensi futuristik yang membuat pembukaan terasa lebih seperti pertunjukan kelas dunia daripada seremoni olahraga biasa.
Namun yang lebih besar dari pesta pembukaan ini adalah pesan yang sedang dikirim Tiongkok: olahraga bukan hanya kompetisi, tetapi alat pembangunan kota.
Di bawah konsep “membangun melalui olahraga”, persiapan Asian Beach Games mendorong peningkatan infrastruktur, perbaikan lingkungan, hingga lahirnya model ekonomi baru berbasis olahraga, pariwisata, dan konsumsi.
Lebih dari 200 produk resmi bertema Asian Beach Games telah diluncurkan. Kampanye promosi pariwisata lintas pulau digelar, disusul festival menyelam internasional dan pameran warisan budaya tak benda untuk memperkaya pengalaman wisatawan.
Sanya jelas tidak sekadar menjadi tuan rumah pertandingan. Kota ini sedang memasarkan dirinya sebagai destinasi global baru.
Di tengah kompetisi, pesan persatuan Asia juga menjadi tema utama. Penyelenggara menyebut ajang ini diharapkan menjadi panggung persahabatan, solidaritas, dan pembangunan bersama di kawasan.
Dengan pantai tropis sebagai stadion terbuka, teknologi sebagai panggung, dan diplomasi olahraga sebagai pesan, Asian Beach Games di Sanya tampil bukan sekadar pesta olahraga—tetapi pertunjukan ambisi Asia di tepi samudra.
Dan dari pesisir Hainan, Asia kini seolah sedang mengirim satu pesan: masa depan olahraga bisa dimulai dari pasir, ombak, dan langit terbuka.
@uli