SD Sukasono 3, Diproyeksikan Jadi Sekolah Percontohan Berstandar AKB

Editor :
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman memeriksa air dari sumur bor yang dibuat di SDN Sukasono 3./visi.news/zaahwan aries

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dalam rangka persiapan sekolah menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Jumat (17/7) melaksanakan peninjauan ke SDN Sukasono 3, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Saat ini, di SDN Sukasono 3 sedang dilaksanakan proyek pengeboran sebagai upaya persiapan penyediaan air, guna melaksanakan ABK.

Dalam melakukan peninjauan tersebut, Helmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Totong dan juga Kepala Dinas PUPR, Luna Avriantini.

Menurut Helmi, segala sesuatu yang menyangkut protokol kesehatan, sudah harus dipersiapkan pihak sekolah. Ini sebagai antisipasi bila suatu saat kedatangan Menteri Pendidikan, atau Gubernur ubtuk menetapkan sekolah tatap muka dimulai.

“Oleh karena itu kita persiapkan dari sekarang agar sarana prasarana new normal dalam rangka belajar dengan protokol kesehatan benar-benar siap,” ujar Helmi.

Pada kesempatan itu Helmi juga mengingatkan anak didik agar dibiasakan mencuci tangan pakai sabun dan tentu harus pakai air yang mengalir. Sedangkan hingga saat ini, di Garut sendiri masih ada sekokah yang tidak memiliki air yang cukup.

Hasil pantauan di lapangan, tutur Helmi, masih banyak sekokah yang masih harus meminta air dari tetangga. Untuk saat ini akan diupayakan agar tiap sekolah bisa mempunyai sumber air yang tetap.

Helmi mengaku, sangat mengapresiasi upaya pihak SDN Sukasono 3, yang saat ini melakukan pembenahan dengan menyediakan sumber air.

“Dengan adanya sumber air diharapkan ke depannya bisa menjamin kebutuhan air guna keperluan pihak sekolah. Dalam upaya menghadapi diberlakukannya pembelajaraan tatap muka,” tambahnya.

Langkah ini dinilai Helmi, pihaknya memastikan sekolah tersebut memiliki kesiapan, baik kebiasaan memakai masker maupun thermo gun (pengukur suhu tubuh) dan persiapan bagaimana agar selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolahnya tetap menerapkan protokol kesehatan sekolah, seperti halnya physical distancing.

Baca Juga :  Diisukan Disiksa, Polisi: Maaher Meninggal karena Sakit

“Saat ini kami terus mengecek ke lapangan jangan sampai ada sekolah yang tidak memiliki sumber air. Termin pertama kita siapkan 100 titik pengeboran, SMP 50 titik dan SD 50 titk,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, menambahkan, di Garut saat ini ada 673 sekolah yang mengajukan untuk dibangun sumber air. Rencananya, pembangunan sumber air akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR.

Diungkapkan Totong, Disdik Garut
sepenuhnya mendorong sekolah-sekolah tersebut , agar menjadikan lingkungan yang aman serta sehat, lewat kegiatan belajar dengan membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Hal itu bisa diciptakan melalui kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai langkah nyata pencegahan penularan Covid-19, khususnya nanti saat kegiatan belajar kembali aktif,” ungkap Kadisdik.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Luna Avriantini, mendukung upaya sekolah dalam menghadapi AKB. Dinas PUPR telah menerima usulan dari Dinas Pendidikan sebanyak 673 sekolah untuk penyediaan air bersih.

“Kami akan menyiapkan pengadaan layanan air bersih, tempat cuci tangan, minimal tiap ruangan 1. Selain itu ada juga MCK khusus guru, murid Iaki-laki dan wanita secara terpisah, serta WC septic tank,” ucap Luna.

Luna menyebutkan, sekolah percontohan SD di era persiapan new normal ini akan jadi patokan untuk SD yang lain sebagai persiapan sekolah di era tatap muka nanti.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pekerja yang Dirumahkan Sudah Bisa Beraktivitas Lagi

Jum Jul 17 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Semasa pandemi Covid-19 sebagian karyawan yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, di rumahkan. Namun di masa new normal mereka boleh berbangga hati, pasalnya para majikannya mulai memperkerjakannya kembali. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi […]