VISI.NEWS|BANDUNG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ngamprah Kabupaten Bandung Barat meraih Anugerah Kawistara untuk kategori Lembaga Terbaik dalam Pengutamaan Bahasa Negara. SDN 1 Ngamprah menyisihkan lima nomine lainnya, yang terjaring dalam program Pembinaan 45 Lembaga Tahun 2025. Kelima nomine tersebut adalah Dinas Pendidikan Kota Cimahi, SMP Al-Wafa Ciwidey Kabupaten Bandung, UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Bandung, SDN 1 Babakancikao Kabupaten Purwakarta, dan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Selain SDN 1 Ngamprah, Anugerah Kawistara 2025 juga jatuh kepada Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.,IPU. untuk kategori pejabat publik, Acep Zamzam Noor untuk kategori sastrawan, dan Radio Republik Indonesia (RRI) untuk kategori media massa penyiaran.
Anugerah Kawistara adalah bentuk apresiasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat kepada lembaga atau perseorangan yang berkomitmen pada upaya pemartabatan bahasa dan sastra. “Acara penganugerahan dilakukan setiap tahun sebagai apresiasi bagi pejabat publik, sastrawan, media massa, dan lembaga,” tutur Kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat (BBPJB), Dr. Herawati, S.S., M.A. dalam sambutannya pada acara Anugerah Bahasa dan Sastra Kawistara 2025 di Hotel Harris & Convention Jl. Ciumbuleuit Kota Bandung, Kamis (30 Oktober 2025).
Herawati juga menyampaikan bahwa Anugerah Bahasa dan Sastra Kawistara ini berkaitan erat dengan upaya menegakkan muruah bahasa Indonesia. “Para penerima Anugerah Kawistara ini nanti akan menjadi contoh bagi lembaga atau pihak lain dalam upaya menegakkan muruah bahasa Indonesia. Ini adalah upaya yang bisa kami laksanakan dalam mewujudkan kedaulatan bahasa Indonesia yang dibingkai dalam empat program prioritas yang mendukung program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tuturnya lagi.
Empat program prioritas itu, katanya, meliputi pemartabatan bahasa negara, program peningkatan kualitas literasi kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa dan sastra, serta penginternasionalan bahasa Indonesia. Kita patut berbangga bahwa bahasa Indoesia sejak November 2023 sudah digunakan sebagai bahasa pengantar dalam sidang umum di UNESCO”.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, M.M., menyampaikan bahwa bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa Indonesia. “Namun, di sisi lain bahasa daerah adalah akar yang memberi kekuatan pada jati diri kita sebagai urang lembur” ujarnya.
“Tantangan mempertahankan bahasa ini tidak hanya mempertahankan kosakata, tetapi juga menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalam bahasa itu sendiri. Kesantunan, gotong royong, dan rasa hormat adalah nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat kita. Namun, di balik tantangan itu tersimpan peluang besar melalui inovasi digital bahasa dan sastra daerah yang dapat kita hidupkan kembali dalam bentuk konten kreatif, literasi digital, film pendek dan karya musik,” tutur Hartadji.
Kegiatan Anugerah Bahasa dan Sastra Kawistara 2025 ini diisi juga dengan kegiatan gelar wicara yang menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Deden Saepul Hidayat, S.Pd., M.Pd., dan Penyastra Nenden Lilis Aisyah, M.Pd. dengan moderator Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati. @TKS