VISI.NEWS | BANDUNG – Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal.
Hari Raya Idul Fitri atau disebut Lebaran di Indonesia, menandai berakhirnya puasa Ramadhan yang dijalankan selama satu bulan penuh.
Di hari Idul Fitri, umat Islam melakukan salat sunah dua rakaat secara berjemaah, yang dapat dimulai setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.
Setelah salat, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri dengan beragam tradisi.
Sejarah Idul Fitri
Melansir NU Online, Senim (31/3/2025), sejarah hari raya Idul Fitri berkaitan dengan dua peristiwa, yakni Perang Badar dan hari raya masyarakat Arab jahiliyah.
Idul Fitri dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun 2 Hijriah (624 Masehi), tepatnya setelah kemenangan umat Islam dalam Perang Badar.
Perang Badar adalah peperangan terbesar pertama umat Muslim melawan kaum Quraisy di Mekkah.
Tujuan perayaan hari raya Idul Fitri adalah untuk memperingati kemenangan umat Islam, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai perjuangan dari Nabi Muhammad dan para sahabat untuk menjayakan Islam.
Setelah Perang Badar, Nabi Muhammad dan para sahabat merayakan Idul Fitri dengan salat Id dalam kondisi luka-luka akibat perang.
Selain peristiwa Perang Badar, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa asal-usul hari raya Idul Fitri tidak lepas dari tradisi masyarakat Arab jahiliyah.
Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Arab jahiliyah memiliki dua hari raya, yakni hari Nairuz dan Mahrajan.
Dua hari raya tersebut dirayakan dengan berpesta dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat, seperti mabuk-mabukan, menari, dan adu ketangkasan.
Dua perayaan hari raya tersebut sejatinya berasal dari zaman Persia Kuno. Ketika zaman Nabi Muhammad, Nairuz dan Mahrajan diganti menjadi Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang artinya,
“Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i).
Tujuan perayaan Idul Fitri adalah agar umat Islam mempunyai tradisi yang lebih baik dan sejalan dengan syariat Islam.
Makna Idul Fitri
Istilah Idul Fitri berasal dari dua kata, yakni ‘id’ yang berarti kembali dan ‘al-fitr’ yang artinya suci.
Dapat dimaknai bahwa Idul Fitri adalah hari ketika manusia kembali pada fitrahnya atau bersih tanpa dosa.
Idul Fitri juga dimaknai sebagai kemenangan umat Islam dalam menahan hawa nafsu setelah berpuasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
Hari raya Idul Fitri menjadi momen umat Islam di seluruh dunia untuk berbahagia karena telah berhasil menyempurnakan ibadah dan memperoleh pahala selama bulan Ramadhan.
Untuk merayakan Idul Fitri, Nabi Muhammad menyambut hari dengan membersihkan diri, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.
Sebelum salat Id, Rasulullah memakan kurma dalam jumlah ganjil. Itulah mengapa, umat Islam disunahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id.
Nabi Muhammad mengakhirkan pelaksanaan salat Idul Fitri, biasanya pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter, guna memberi umat Islam kesempatan yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.
Setelah salat Id, Nabi Muhammad bersilaturahmi dengan mengunjungi rumah para sahabatnya untuk saling mendoakan kebaikan satu sama lain. @desi