Search
Close this search box.

Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Independen Bank BJB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) didampingi Susi Pudjiastuti (kanan) memberikan keterangan pers usai RUPST Bank BJB di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026)./visi.news/bisnis.com

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menunjuk mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen yang baru.

Dalam rapat yang digelar di Gedung Pakuan Bandung, Selasa (28/4/2026), keputusan strategis penunjukkan Susi sebagai komut, dibarengi langkah strategis lainnya yang diambil bank berkode emiten BJBR, yakni penunjukkan Kepala BPK Jawa Barat Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen BJB.

Pada kursi pimpinan eksekutif, pemegang saham sepakat mengangkat Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB. Ayi yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional dan Teknologi Informasi, resmi mengisi posisi yang ditinggalkan mendiang Yusuf Saadudin yang wafat pada November 2025 lalu.

Ditemui selepas RUPST, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan postur struktur pimpinan BJB yang baru ini karena dirinya sebagai pemegang mandat atas saham terbesar, ingin agar sektor keuangan dikelola oleh figur-figur yang memiliki integritas, hingga akhirnya menimbulkan kemajuan bagi BJB sendiri.

“Integritas bagi pengelola keuangan. Saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris utama. Semoga dengan postur yang baru ini nanti kita akan melahirkan postur bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemerintah daerah, tetapi digemari di luar kepentingan pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia,” kata Dedi dalam keterangannya, dikutip, Selasa (28/4/2026).

Dedi mengungkapkan Susi yang disebutnya merupakan Ratu Laut Kidul, asalnya menolak untuk bergabung ke BJB namun dirinya berhasil meyakinkan pengusaha itu untuk terlibat di BJB.

“Ya walaupun memang Ratu Laut Kidul itu ganas tapi kan ganasnya di laut tapi kalau di hutan kan takluk sama Prabu Sriwangi,” ucapnya.

Baca Juga :  Korban Tewas Tabrakan KRL dan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14

Sementara terkait Eydu Oktain Panjaitan, kata dia ke depan sesuai peraturan dan prosedur akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BPK Jabar.

Selain jajaran komisaris dan Dirut, Dedi mengatakan jajaran direksi baru juga ditetapkan dari kalangan internal berdasarkan jenjang karir di BJB. Dedi mengungkapkan ada alasan untuk pemilihan direksi dari internal.

“Mereka saya lihat orang-orang baik dan saya mendorong mereka berkarir dengan baik, mengelola bank yang memiliki tingkat emosi yang baik. Kan kita punya pengalaman ketika berasal dari luar, punya konektivitas di luar malah kita menjadi bank yang dirugikan,” tuturnya.

Selanjutnya, tambah Dedi, tinggal mengikuti prosedur yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni fit and proper test yang diyakini Dedi bisa dilalui dengan baik oleh seluruh figur yang hari ini ditunjuk memimpin BJB.

Diketahui, penyegaran organisasi berdasar RUPST menyentuh jajaran direksi lainnya, di mana pemegang saham menyetujui pengangkatan Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Herfinia sebagai Direktur Operasional, serta Muhammad As’adi Budiman yang kini menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi.

Langkah perombakan ini menjadi babak baru bagi BPD terbesar di Indonesia tersebut setelah sebelumnya sempat membatalkan pengangkatan beberapa nama pesohor seperti Mardigu Wowiek Prasantyo dan Helmy Yahya yang sempat diangkat pada RUPSLB April 2025 lalu.

Dengan masuknya figur sekaliber Susi Pudjiastuti di jajaran dewan komisaris, Bank BJB juga diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan tata kelola perusahaan yang lebih transparan serta inovatif bagi masyarakat Jawa Barat dan Banten. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :