VISI.NEWS | GARUT – Sebuah cerita mendalam melingkupi sejarah Syekh Muhamad Jafar Sidik Cibiuk Limbangan Garut, tokoh penyebar Islam di Garut, Jawa Barat. Meskipun dibesarkan di Garut, kisahnya merentang hingga Sumedang, terhubung dengan wilayah kerajaan Sumedang Larang dan Kabupaten Parakanmuncang pada zaman dulu.
Syekh Muhamad Jafar Sidik pernah singgah di patilasan Gunung Cibedug Dusun Cibubut Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel. Makamnya, terletak di kaki Gunung Haruman Cibiuk, kini menjadi tempat ziarah banyak masyarakat yang menghormati jasa-jasanya.
Syekh Ja’far Sidiq, dikenal juga sebagai Sunan Haruman, memiliki persahabatan erat dengan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya dan Syaikh Maulana Mansur Banten. Persahabatan ini tercermin dalam arsitektur Masjid Agung Syaikh Ja’far Shiddiq di Garut.

Banyak masyarakat yang datang berziarah ke makamnya, yang menjadi pusat wisata religi di Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk. Peninggalan spiritual ini mencakup Masjid Agung dan resep kuliner Sambel Cibiuk yang terkenal hingga kota-kota besar di Indonesia.
Di Balubur Limbangan, dulu menjadi ibu kota Kabupaten Garut sebelum pindah ke Garut. Awalnya bagian dari wilayah kerajaan Sunda, Limbangan menjadi distrik di bawah Kabupaten Sumedang pada 24 Maret 1706.
Wisata Religi Makam Syekh Jafar Sidik di Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, selalu ramai, terutama pada bulan Rajab. Peziarah memanfaatkan momen ini untuk mencari wasilah dan meresapi nilai sejarah penyebaran Islam di daerah Garut utara.
Edi, seorang pengurus makam, menjelaskan bahwa makam Syekh Jafar Sidik terdiri dari empat makam utama. Selain itu, daerah Cibiuk di Garut, yang berada di kaki Gunung Haruman, memiliki nilai sejarah, demografi, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik bagi peziarah dan wisatawan.
Nama Cibiuk sendiri memiliki kisah menarik terkait surat Syaikh Abdul Muhyi kepada Syaikh Ja’far Shadiq. Arti “air bau” ini mencerminkan karakteristik daerah, dengan mata air jernih namun sedikit bau tanah di Pasantren Tengah.
Makam Embah Wali Syaikh Ja’far Shadiq, Sunan Haruman, adalah destinasi ziarah yang terkenal di Kabupaten Garut. Meskipun tradisi ziarah memiliki akar Hindu, masyarakat setempat telah mengislamisasikannya, menggambarkan suasana romantis dan refleksi akan kehidupan manusia yang akan menghadapi kematian.
Sebagai penutup, warisan spiritual dan kuliner yang ditinggalkan oleh Syekh Muhamad Jafar Sidik Cibiuk masih memancarkan keberkahan dan kebijaksanaan bagi masyarakat sekitar, mengingatkan mereka akan akar sejarah dan nilai-nilai yang tetap relevan hingga saat ini.
@asa/berbagai sumber