VISI.NEWS – Salat Idulfitri yang dilaksanakan saat pandemi Covid-19, berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini seluruh jemaah wajib menggunakan masker, sanitizer, dan disinfektan, seperti yang dilakukan DKM Masjid Al Ikhkas, Kompleks Margahayu Permai, Desa Mekarrahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung.
“Alhamdulillah sesuai dengan anjuran pemerintah bahwa salat Idulfitri boleh dilaksanakan dengan syarat memenuhi protokoler kesehatan. Oleh karena itu, kami menugaskan seluruh anggota kami agar setiap jemaah jangan tak terlewat untuk diberi sanitizer dan masker,” ujar Ustaz Asep sat ditemui di halaman masjid, Minggu (24/5).

Sementara itu, Ketua RT 06/09 Desa Mekarrahayu, H. Tatang mengakui salat Idulfitri kali ini dilaksanakn di masjid.
“Kalau tahun lalu di Lapangan Aroma, Kompleks Margahayu Permai. Kali ini di kompleks kami dilaksanakan di masjid. Kan di sini ada tiga masjid, yakni Masjid Al Ikhlas, Al Amin, dan At Taqwa,” katanya.
Pelaksanaan Idulfitri di Masjid Al Ikhlas, bertindak sebagai khatib adalah Drs. H Encep Hasan MA. Dia menyampaikan materi seputar pelaksanaan Idulfitri di masa pandemik dan pentingnya silaturahmi.
“Karena salat Idulfiti tahun ini berbeda, namun pada intinya silaturahmi menjadi salah satu materi penting di dalam khutbah saya kali ini,” ujarnya singkat.
Dalam pelaksanaan Idul ftri tahun ini, DKM Masjid Al Ikhlas juga mengumumkan pendapatan zakat, infak, dan sedekah dari jemaah yang teknisnya menggunakan sejumlah cara, yakni transfer ke rekening DKM, menjemput para wajib zakat, dan menerima dari pembayar zakat secara langsung di Masjid Al Ikhkas.
Zakat fitrah di Masjid Al Ikhlas terkumpul uang Rp 19.227.500, berupa beras 27,7 kg, zakat mal Rp19.570.000, fidiah Rp 898.000 dan dari sedekah Rp 20.542.450. Jumlah total perolehan ZIS tersebut sebesar Rp
60.033.000. @pih