Search
Close this search box.

SHIB Naik 2,65% dalam 12 Jam — Apa Artinya bagi Trader?

Ilustrasi. /visi.news/gemini.ai

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam rentang 12 jam terakhir, token Shiba Inu (SHIB) mencatat peningkatan harga sekitar +2,65%, dibandingkan dengan kenaikan +0,31% dalam 1 jam dan +8,61% dalam 24 jam berdasarkan data exchange terdesentralisasi (DEX) yang terpantau. Data ini menunjukkan adanya lonjakan aktivitas beli dalam jangka pendek, meski masih jauh dari bergerak dengan volume besar.

Likuiditas pada pair SHIB/ETH tercatat sebesar US$ 352 ribu, dengan pooled SHIB sekitar 47,28 triliun token dan pooled ETH ~44,34 ETH (sekitar US$ 177 ribu). Tingkat likuiditas yang relatif kecil ini menandakan bahwa pergerakan harga besar masih sangat rentan terhadap aksi whale ataupun transaksi besar tunggal.

Dari sisi transaksi, sENIN (20/20/2025) dalam 12 jam terakhir tercatat sejumlah 29.355 transaksi, dengan angka Buy Volumenya sekitar US$ 4.900 dan Sell Volume sekitar US$ 2.500. Ini berarti bahwa volume pembelian hampir dua kali lipat dibandingkan penjualan dalam periode singkat tersebut — sebuah sinyal bahwa sentimen jangka pendek untuk SHIB sedang meningkat.

Namun demikian, meski positif, faktor teknikal menunjukkan bahwa SHIB masih dalam fase rentan: supply yang sangat besar (circa 589 triliun token), dominasi status sebagai “meme coin”, beserta likuiditas yang rendah dan volabilitas tinggi. Menurut analisis teknikal terkini, SHIB sempat menembus zona support penting di ~$0,000010 dalam beberapa pekan terakhir namun berhasil rebound ringan.

Risiko yang harus diperhatikan adalah bila volume jual mendadak melesat atau whale melakukan distribusi — dengan likuiditas yang tipis, harga dapat terjungkal dengan cepat. Trader jangka pendek sebaiknya memasang stop‐loss ketat dan target profit realistis. Sebaliknya, investor jangka menengah / panjang harus memperhatikan roadmap dan utilitas lebih lanjut dari SHIB, bukan hanya kenaikan acak.

Dari aspek fundamental, ada perkembangan dalam ekosistem SHIB seperti rencana peluncuran Layer‑2 (Shibarium) dan whitepaper AI yang menjadi katalis potensial. Namun, implementasi dan adopsinya masih harus dibuktikan.

Baca Juga :  Soroti Konflik Lahan, Dadang Naser Dorong Percepatan Pertanian Sosial

Kesimpulannya: kenaikan +2,65% dalam 12 jam menunjukkan adanya momen pembelian yang cukup signifikan di antara trader, namun aspek likuiditas rendah dan risiko besar tetap menghantui. Bagi yang tertarik masuk ke posisi, menentukan target yang konservatif dan memantau volume secara real‑time menjadi sangat penting.

Investor yang mempertimbangkan SHIB dalam portofolio mereka harus menyadari bahwa meskipun potensi upside tetap ada, pengambilan risiko juga tinggi — terutama apabila tidak muncul katalis yang kuat atau berlangsungnya distribusi besar. Sementara bagi trader aktif, moment ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang jangka pendek—dengan catatan pengelolaan risiko yang disiplin.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan nasihat keuangan. Sebelum berinvestasi, pertimbangkan kondisi pribadi dan lakukan penelitian sendiri.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :