VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Beredarnya kabar bahwa SMKN 1 Rancabali akan ditutup tidak benar. Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) memastikan, sekolah tersebut tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru demi menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi seluruh peserta didik.
SMKN 1 Rancabali akan berpindah dari Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali ke Desa Citiwu, Kecamatan Ciwidey.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto menjelaskan, wilayah Rancabali merupakan kawasan hijau yang secara regulasi tidak diperbolehkan untuk dibangun fasilitas permanen seperti gedung sekolah.
“Maka, pemindahan ke Kecamatan Ciwidey adalah solusi terbaik agar pembangunan gedung baru dapat terlaksana,” jelas Edy dalam keterangannya dikutip, Senin (11/5/2026).
Seperti diketahui, SMKN 1 Rancabali belum memiliki gedung sendiri. Kegiatan belajar mengajar masih meminjam pakai gedung SMP 3 Cipelah sejak 2013 serta SD 4 Barutunggul sejak 2018.
Keputusan pemindahan lokasi ini bukan diambil secara tergesa-gesa. Disdik Jabar terlebih dahulu melakukan pengecekan status tanah di wilayah Rancabali. Hasilnya menunjukkan, lahan tersebut tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan tata wilayah karena berstatus zona hijau. Sehingga, tidak dapat digunakan untuk pembangunan gedung sekolah.
Pencarian lokasi pengganti kemudian mengarah ke Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Berdasarkan informasi tata ruang yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, lahan di lokasi baru tersebut berstatus zona kuning. Artinya, layak dan dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Proses legalisasi pun berjalan. Pada awal 2024, lahan di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey tersebut resmi bersertifikat atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kepentingan SMKN 1 Rancabali. Dengan demikian, seluruh dasar hukum dan administratif pemindahan sekolah telah terpenuhi.
Saat ini, sebelum hari kelulusan siswa kelas XII, SMKN 1 Rancabali memiliki 337 siswa aktif yang tersebar di empat program keahlian. Program agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH) berjumlah 57 siswa, agribisnis pengolahan hasil pertanian (APHP) sebanyak 74 siswa, kuliner 62 siswa, dan program perhotelan jadi yang terbesar dengan 154 siswa.
Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati gedung baru di Desa Citiwu secara penuh mulai tahun 2026, seiring rampungnya proses pembangunan. Siswa SMKN 1 Rancabali yang sebelumnya belajar di SD 4 Barutunggul pun sudah berpindah ke gedung baru. Sedangkan 40 siswa ATPH yang naik kelas menjadi kelas XI dan XII dari SMP 3 Cipelah, saat ini masih dalam proses perpindahan. @desi