Search
Close this search box.

Solidaritas Yahudi dan Muslim di Amerika Serikat (2)

Di AS Yahudi dan Muslim sama-sama kerap mengalami peminggiran./istimewa/via tirto.id

Bagikan :

VISI.NEWS – Terlebih sejak Donald Trump dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2017 lalu.

Ketika masjid Victoria Islamic Centre terbakar pada Sabtu (28/1) lalu dan umat muslim tidak dapat beribadah, sekelompok orang Yahudi memberikan kunci sinagognya agar umat Islam bisa menggunakannya untuk salat.

Kepala sinagog Bani Israel, Robert Loeb mengatakan “Semua orang tau kita di sini, saya tahu beberapa anggota masjid, dan kami berempati. Saat dilanda bencana seperti ini terjadi, kita harus hadapi bersama-sama.”

Salah satu pendiri masjid, Shahid Hashmi mengatakan “anggota komunitas Yahudi datang ke rumah saya dan memberi saya kunci rumah ibadah mereka.”

Sumbangan dari kampanye penggalangan dana secara online deras mengalir. Hingga berita yang dilansir The Independent itu diturunkan, sudah terkumpul $900 ribu. Omar Rachid yang menciptakan kampanye online lewat GoFundMe mengatakan,

“Hati kami dipenuhi dengan rasa syukur atas dukungan luar biasa yang kami terima dari curahan kasih, kata-kata baik, pelukan, membantu turun tangan dan kontribusi keuangan adalah contoh dari semangat Amerika sejati.”

Surat kabar Haaretz asal Israel juga menurunkan laporan mengenai koalisi warga Yahudi dan Muslim dalam menentang tindak kejahatan kebencian. Sekitar 200 orang berkumpul pada Rabu (2/2) waktu setempat di Capitol Hill, Washington DC.

Kelompok ini berisi para pemimpin Yahudi dan Muslim di Amerika. Mereka menyebut diri sebagai Dewan Penasehat Muslim Yahudi, sebuah kelompok baru hasil kerja sama antara Komite Yahudi Amerika dan Masyarakat Islam Amerika Utara.

Pesan yang dibawa oleh para anggota dengan latar belakang imam, rabi, eksekutif bisnis, politisi, dan aktivis ini menyerukan agar tindak kejahatan kebencian di atasi di tingkat lokal dan tingkat nasional. Baik Muslim maupun Yahudi diketahui sama-sama telah menjadi sasaran target kebencian.

Baca Juga :  Kebiasaan Menggoreng Dinilai Bisa Kurangi Nutrisi dan Picu Risiko Kesehatan Anak

Dalam seminggu terakhir, Pusat Komunitas Yahudi di AS dievakuasi untuk ketiga kalinya karena ancaman bom. Sementara itu, warga dan komunitas Muslim di AS menghadapi krisis politik terkait perintah Presiden Donald Trump yang melarang warga dari tujuh negara dengan mayoritas Muslim memasuki negeri Paman Sam.
(bersambung)/@fen/sumber: tirto.id

Baca Berita Menarik Lainnya :