Solidaritas Yahudi dan Muslim di Amerika Serikat (3)

Editor Di AS Yahudi dan Muslim sama-sama kerap mengalami peminggiran./istimewa/via tirto.id
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ada lembaga-lembaga lain seperti Center for Muslim-Jewish Engagement yang telah berdiri sejak 2002. Lembaga ini didirikan oleh tokoh-tokoh agama Yahudi dan Muslim untuk membangun ikatan positif dalam hubungan antar-agama. Kelompok ini juga mengkaji studi teks-teks lintas agama terutamanya dari Yahudi dan Islam.

Ada beberpa studi terkait keberadaan orang-orang Yahudi di Amerika Serikat. Namun, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada orang-orang Yahudi bersama orang-orang Eropa yang bermigrasi dan mengkoloni daratan Amerika.

National Humanities Center di bawah naungan Brandeis University mempublikasikan penelitiannya mengenai migrasi dan akulturasi orang-orang Yahudi bersama orang-orang Eropa lainnya ke Amerika. Disebutkan bahwa sejarah Yahudi di Amerika dimulai pada 1492 ketika terjadi peristiwa pengusiran Yahudi dari Spanyol.

Pengusiran Yahudi dari Spanyol terkait dengan peristiwa Inkuisisi Spanyol yang digagas oleh pasangan monarki Katolik Raja Ferdinand II dan istrinya Ratu Isabella. Mereka mendirikan pengadilan gereja dengan dalih demi memelihara ortodoksi Katolik di Spanyol.

Hal ini termasuk “menertibkan” dan mengadili perkara-perkara yang dianggap sesat. Kampanye penegakan Inkuisisi Spanyol inilah yang kemudian menyebabkan peningkatan sentimen anti-Yahudi, juga anti-Muslim.

Beberapa dari orang Yahudi yang memilih keluar dari Spanyol mengungsi ke Belanda yang bercorak Calvinis dalam mempraktikkan Kekristenan. Seabad kemudian, ratusan dari keturunan mereka melanjutkan migrasi menyeberangi lautan ke Recife di Brasil, sebuah wilayah koloni Belanda di Amerika Selatan.

Saat Portugis mengambil alih wilayah koloni Belanda di Brasil ini pada 1654, orang-orang Yahudi kembali tersebar. Sebuah kapal yang memuat sekitar 23 orang Yahudi meminta izin kepada Belanda untuk menetap di New Amsterdam. Nama ini merujuk pada wilayah koloni Belanda di Amerika Utara dan menjadi awal kehidupan komunal Yahudi.

Baca Juga :  Diduga Positif Covid-19, Seorang Pria dan Keluarga di Tasik Ngamuk Tolak Dijemput Paksa Petugas

Sementara Joellyn Zollman, profesor yang berkutat pada studi sejarah Yahudi menjelaskan dalam artikelnya berjudul “Jewish Immigration to America: Three Waves,” bahwa komunitas Yahudi di Amerika juga sebagian besar diidentifikasikan sebagai Yahudi Ashkenazi, salah satu dari tiga varian suku Yahudi yang ada.

Yahudi Ashkenazi merujuk daerah asal mereka sebelum datang ke Amerika, yakni dari Jerman dan Eropa Timur.

Yahudi Jerman mulai datang ke Amerika dalam jumlah yang signifikan pada tahun 1840-an. Mereka umumnya bermigrasi karena penganiayaan, pembatasan hukum, kesulitan ekonomi, ditambah kegagalan gerakan Yahudi Jerman untuk mengadvokasi dan melakukan reformasi kesetaraan di sana. (bersambung)/@fen/sumber: tirto.id

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

OKI Luncurkan Forum Media Dunia Islam

Ming Agu 23 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meluncurkan forum medianya pada Kamis (20/8) lalu. Forum itu berfokus pada masalah kerukunan antarumat beragama dan antarbudaya, mempromosikan dialog, serta meningkatkan citra Muslim dan Islam di dunia. Perwakilan kantor berita negara anggota, menteri, dan pemangku kepentingan lainnya berpartisipasi dalam forum tersebut. Yousef […]