VISI.NEWS – Warga di dua desa yakni Desa Mediasari dan Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah mulai krisis air bersih. Kondisi ini disebabkan oleh air sumur warga mulai surut bahkan mengalami kekeringan.
Kalaupun masih ada air, warnanya sudah berubah menjadi kuning sehingga tak layak dikonsumsi.
Kapolsek Cineam, AKP Semiyono mengatakan, ratusan warga yang berada di Desa Mediasari dan Desa Cijulang sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena, sumur dan sumber mata air yang biasa mereka gunakan sudah menyusut dan bahkan kering.
Berkaitan dengan hal itu pihaknya membantu warga sehingga untuk kebutuhan memasak, warga dua desa tersebut menunggu bantuan distribusi dari Polsek Cineam, Polres Kota Tasikmalaya.
“Meski air bersih yang dibutuhkan sudah terpenuhi, dilakukan secara bertahap,” kata AKP Semiyono kepada wartawan, Minggu (2/8).
Menurutnya, dua desa yang berada di Kecamatan Cineam memang selama ini telah dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih, khususnya untuk kebutuhan konsumsi.
Sedangkan untuk desa lain masih tersedia. Hanya saja, sebagian lahan persawahan mengalami kekeringan. Upaya menyiasatinya para petani memompa air dari sungai terdekat.
“Pendistribusian air bersih di dua desa sudah dilakukan hingga mencapai 12 ribu liter. Diangkut menggunakan toren air pakai mobil patroli,” tuturnya.
Dikatakan Semiyono, air didistribusikan untuk kebutuhan minum dan masak serta wudu. Adapun untuk kebutuhan mencuci pakaian, mandi, dan lainnya warga menggunakan air sumur meskipun kondisinya sudah berubang dan bau.
Krisis air bersih ini, tambahnya, akibat air sumur tidak layak konsumsi. Meski berada di daerah perbukitan, kondisi airnya sudah berubah warna dan bau. @akr